Ia menegaskan bahwa selain adaptasi individu, langkah mitigasi jangka panjang seperti penghijauan, tata kota ramah iklim, dan pengendalian polusi udara menjadi kunci menghadapi ancaman panas ekstrem di masa depan.
“Maka, selain langkah-langkah adaptif di tingkat individu, kita juga perlu langkah mitigasi jangka panjang seperti penghijauan dan pengelolaan tata kota yang ramah lingkungan,” pungkas Dicky.
Menurutnya, kawasan perkotaan seperti Jakarta dan sekitarnya menyimpan panas lebih lama karena banyaknya permukaan beton dan aspal serta minimnya ruang hijau.
“Kondisi di mana kawasan perkotaan menyimpan panas lebih lama karena banyaknya beton, aspal, dan juga minimnya vegetasi atau hutan. Ini yang hutan-kotanya minim sekali,” katanya pada Tribunnews, Kamis (16/10/2025).
Baca tanpa iklan