News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Jaga Berat Badan Ideal Tak Sekadar Penampilan, Tapi Bisa Cegah Risiko Kanker Hati

Penulis: Aisyah Nursyamsi
Editor: Anita K Wardhani
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ilustrasi berat badan ideal. Kanker hati atau hepatoselular karsinoma (HCC) masih menjadi ancaman kesehatan serius di Indonesia. Gaya hidup bisa jadi kunci pencegahan.

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Kanker hati atau hepatoselular karsinoma (HCC) masih menjadi ancaman kesehatan serius di Indonesia. Gaya hidup bisa jadi kunci pencegahan.

Meski angka kematiannya tinggi, penyakit ini sebenarnya bisa dicegah melalui gaya hidup sehat dan deteksi dini seperti menjaga berat badan ideal.

Baca juga: Badannya Dibully Mirip Kudanil, Nathalie Holscher Operasi Lambung hingga Berat Badan Turun 8 Kg

Mengapa bisa? Yuk baca penjelasan dokter. 

Menurut Spesialis Penyakit Dalam Subspesialis Hematologi Onkologi Medik Siloam Hospitals Kebun Jeruk Dr. Jeffry Beta Tenggara, Sp.PD-KHOM,, sebagian besar kasus kanker hati muncul akibat kebiasaan hidup yang bisa dihindari. 

“Untuk kanker liver, yang paling sering kenapa di Asia ini ya, virus. Hepatitis B atau hepatitis C. Kemudian sirosis, bisa karena virus atau non-virus,” jelasnya pada sesi edukasi media bertajuk: ”Kenali dan Pahami: Kanker Hati Tipe Hepatocellular Carcinoma (HCC)”, yang diadakan oleh AstraZeneca di Jakarta Barat, Kamis (24/10/2025). 


Mengapa Kanker Hati Banyak di Asia?

Tingginya angka kanker hati di Asia, termasuk Indonesia, berkaitan erat dengan tingginya prevalensi hepatitis. 

Di beberapa negara barat, pemicu utamanya justru adalah alkohol, sementara di Indonesia lebih sering disebabkan oleh infeksi virus dan obesitas.

Data menunjukkan, tiga perempat kasus kanker hati di dunia terjadi di Asia. 

Kaum laki-laki juga lebih banyak terkena dibanding perempuan, terutama pada usia lanjut.


Hubungan Obesitas dan Lemak Hati

OBESITAS - Ilustrasi obestias. Obesitas kini menjadi salah satu penyebab utama turunnya produktivitas di tempat kerja.  (net)

Salah satu faktor yang kini meningkat di Indonesia adalah perlemakan hati akibat obesitas.

Dr. Jeffry menilai fenomena ini cukup mengkhawatirkan, terutama karena banyak masyarakat belum memahami bahwa berat badan berlebih bisa merusak organ hati.

“Kegemukan is never good. Gak cuma masalah kanker doang tuh ya. Sakit jantung naik, stroke-nya naik, diabetes-nya naik," tegasnya. 

Kelebihan berat badan menyebabkan penumpukan lemak di hati (fatty liver) yang dapat berkembang menjadi peradangan kronis dan akhirnya kanker hati. 

Oleh karena itu, menjaga berat badan ideal bukan sekadar urusan penampilan, tetapi bagian penting dari pencegahan penyakit mematikan.


Deteksi Dini Jadi Kunci

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini