News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Muncul Kasus Pertama H5N5 pada Manusia di AS, Bagaimana Risiko di Indonesia?

Penulis: Aisyah Nursyamsi
Editor: Febri Prasetyo
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

PAKAR EPIDEMIOLOGI - Ahli epidemiologi Indonesia dan peneliti pandemi dari Griffith University, Dicky Budiman.

3. Edukasi peternak dan desa-desa peternakan

Biosekuriti harus diperketat, terutama memasuki musim hujan yang meningkatkan interaksi burung liar dan unggas domestik.

4. Koordinasi lintas sektor (One Health Approach)

Melibatkan Kemenkes, Kementan, KLHK, BMKG, hingga BNPB.

Musim hujan tidak meningkatkan penularan antarmanusia, tetapi dapat memengaruhi perilaku burung air dan unggas, sehingga peluang spillover ke unggas domestik bisa meningkat.

Dengan kepadatan peternakan unggas yang tinggi di Indonesia, kebersihan kandang, pemakaian alat pelindung diri (APD), dan manajemen jarak kandang dari permukiman perlu diperhatikan secara serius.

Dicky menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu panik.

“Saat ini belum ada atau tidak ada bukti transmisi efisien dari manusia ke manusia untuk H5N5,” tegasnya.

Meski demikian, setiap kasus zoonotik tetap perlu pemantauan ketat, termasuk pelaporan unggas mati mendadak, investigasi sumber paparan, hingga kesiapsiagaan lintas sektor.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini