News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Wawancara Eksklusif

Wamenkes Dante Bicara Inovasi Diabetes Molekuler & Artificial Pancreas: Masa Depan Pengobatan

Penulis: Fransiskus Adhiyuda Prasetia
Editor: Anita K Wardhani
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

DIABETES - Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Prof. Dante Saksono Harbuwono mengungkapkan pendekatan revolusioner dalam penanganan diabetes di Indonesia.

Tanya: Ini kan informasi yang melegakan buat para diabetesi, untuk bisa menggunakan terapi ini. Nah, saya ingin dapat gambaran kondisi diabetes di negeri ini sekarang itu bagaimana?

Jawab: Satu, kondisinya semakin lama kejadian diabetes itu makin tinggi. Kalau tahun 2018 kita melakukan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas), angka diabetes 10,3 persen.

Tanya: 10,3 ya? 10,3. Jadi artinya apa? 1 dari 10 orang dengan diabetes. Tahun 2018. Kemudian kita lakukan lagi studi di 2023?

Jawab: 2023 menunjukkan 11,3%. Artinya 1 dari 9 orang di Indonesia menderita diabetes. Persoalannya bukan cuma soal gula darahnya tinggi, dari 9 orang 1 itu tinggi. Tapi diabetes ini kan mother of disease, ibu dari segala penyakit. Yang penting itu komplikasinya.

Komplikasinya bisa kena stroke, bisa kena kelainan mata, bisa kena kelainan jantung, bisa cuci darah, bisa disfungsi ereksi, bisa diamputasi. Dan ini yang harus kita tekankan untuk dilakukan pengobatan secara komprehensif pada pasien-pasien diabetes.

Tanya: Dan implikasi dalam program selalu terkait juga dengan budget. Bagaiimana itu, penjelasannya?

Jawab: Kalau budget-nya itu ditangani pada saat dia komplikasi, sudah ada komplikasi, maka akan sangat mahal sekali.

Tanya: ketika sudah masuk ke tahap komplikasi, recovery-nya mahal? Pengobatannya jadi mahal. Makanya kita harus melakukan screening sedini mungkin supaya diabetes ini diketahui pada saat awal?

Jawab: Iya, itu yang pertama. Yang kedua, pengobatan diabetesnya dilakukan secara komprehensif, tidak saja berfokus pada kadar gula darah, tapi mendeteksi semua komplikasi yang mungkin timbul pada saat orang tersebut didiagnosis sebagai diabetes.

Tanya: Mengapa angka diabetes meningkat? Satu, karena pola hidup di masyarakat semakin tinggi. Apa contohnya itu?

Jawab: Sedentary life, obesitas semakin meningkat. Dan salah satu faktor risiko paling penting pada diabetes itu adalah obesitas.

Tanya: Oke, obesitas. Dan obesitas yang penting itu adalah obesitas sentral?

Jawab: Obesitas sentral itu obesitas yang timbul pada saat pengukuran dengan perut. Perutnya buncit.

Tanya: Oh, perut buncit itu punya risiko diabetes? Semakin buncit, semakin berisiko, ya? Ukurannya berapa?

Jawab: Kalau perempuan itu tidak boleh lebih dari 80 cm (lingkar perutnya). Kalau laki-laki, tidak boleh lebih dari 90 cm. Kalau dia lebih dari 80 atau lebih dari 90 cm, itu ada lemak viseral atau lemak di antara usus yang dapat menyebabkan terjadinya insulin resistance.

Halaman
1234
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini