News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Lonjakan Cacar Air Serang Anak-Anak di Tangsel! Rumah Sakit Mulai Kewalahan

Penulis: M Alivio Mubarak Junior
Editor: willy Widianto
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ilustrasi penyakit cacar air

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Dalam dua hingga tiga minggu terakhir kasus cacar air di wilayah Tangerang Selatan, Banten mengalami peningkatan signifikan. Lonjakan ini terutama menyerang anak-anak usia sekolah dasar dan membuat sejumlah rumah sakit kewalahan menampung pasien.

Baca juga: Cegah Penularan Cacar Air, Dokter Anak Rekomendasikan Cara Isolasi yang Benar 

Salah satunya ada rumah sakit di Tangerang Selatan, Banten. "Untuk saat ini cacar air lumayan banyak kasusnya khususnya di 2 sampai 3 minggu belakangan ini," kata salah seorang tenaga kesehatan di rumah sakit tersebut kepada Tribunnews, Jumat (21/11/2025).

Rani(34) warga Ciputat mengaku kaget ketika anaknya yang berusia 8 tahun tiba-tiba didiagnosis cacar air. "Awalnya flu biasa, karena cuma demam. Tapi besok paginya muncul bintik merah dan cepat menyebar. Dokter bilang itu cacar air," kata Rani.

Rani juga menyebut ruang perawatan anak di rumah sakit tersebut tampak lebih ramai dari biasanya akibat lonjakan kasus serupa.

Meski kebanyakan kasus cacar air tidak tergolong berat, namun penularannya sangat cepat.

Karena itu anak-anak yang terinfeksi diminta istirahat penuh di rumah guna mencegah penyebaran di sekolah maupun di rumah.

"Anak-anak tidak sekolah tiga hari," ujar Rani.

Baca juga: Heboh Kasus Mpox di Riau, Kemenkes: Hasil Pemeriksaan Laboratorium Negatif, Pasien Terkena Cacar Air

Pihak rumah sakit juga mengingatkan orang tua agar mewaspadai gejala seperti demam mendadak, muncul ruam merah atau bintik berisi cairan dan tubuh lemas.

Kemudian jika gejala makin parah atau ruam menyebar sangat cepat anak harus segera diperiksakan ke dokter.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini