Laporan Wartawan Tribunnews.com, M Alivio Mubarak Junior
Ringkasan Berita:
- Asmirandah mengaku sangat konsisten mengonsumsi vitamin D.
- Kebiasaan ini berawal dari saran dokter saat kehamilan pertamanya, Chloe Emanuelle Van Wattimena
- Ternyata programnya berhasil KARENA program hamil dengan vitamin D membuat kesehatan bayi jadi lebih baik.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sebagai seorang ibu rumah tangga, Asmirandah mengaku sangat konsisten mengonsumsi vitamin D.
Kebiasaan ini berawal dari saran dokter saat kehamilan pertamanya, Chloe Emanuelle Van Wattimena, yang lahir pada 25 Desember 2020.
Baca juga: Bangun Kepadatan Tulang Anak: Penting Aktivitas Fisik hingga Asupan Kalsium dan Vitamin D
Sebelum menjalani program hamil, Asmirandah sudah lebih dulu disarankan oleh dokternya untuk mengonsumsi vitamin D.
"Kalau rutinnya itu sejak program hamil, 2019 pertama kali konsultasi, 2020 jamannya pandemi lagi program hamil jadi disarankan dokter," kata Asmirandah di kawasan Sudirman, Jakarta Selatan, Rabu (3/12/2025).
"Ternyata programnya berhasil dan bersyukur banget program hamil dengan vitamin D membuat kesehatan bayi jadi lebih baik," lanjutnya.
Baca juga: Asmirandah Rutin Pantau Nutrisi Anak, Zat Besi Jadi Prioritas
Asmirandah menambahkan awalnya ia hanya mengetahui vitamin D berasal dari paparan sinar matahari.
Namun, ia jarang memiliki waktu untuk berjemur, ditambah menurutnya paparan sinar matahari di Indonesia tidak selalu ideal.
"Sekarang aku juga kondisinya anak udah sekolah, aktivitas di dalam ruangan bahkan lebih banyak daripada di luar ruangan," ujar Asmirandah.
"Aku memilih untuk tetap mengonsumsi vitamin Prove D3, asupan tambahan yang penting buat tubuh aku, ringkes dan praktis," lanjutnya.
Istri Jonas Rivanno itu juga mengaku berencana menambah momongan dalam waktu dekat ini.
Pada kesempatan yang sama, Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan, dr. Merry Amelya Puspita Sidabutar, Sp.OG, menjelaskan kebutuhan vitamin D pada wanita memiliki peran vital dalam menjaga kesehatan reproduksi.
Kekurangan vitamin D dapat menyebabkan gangguan kesuburan (PCO dan endometriosis), komplikasi kehamilan (preeklamsia dan persalinan prematur), gangguan kesehatan mental (depresi), hingga risiko penyakit kanker (kanker gonad).
"Mungkin ga banyak yang tahu tapi diperlukan sejak bayi bahkan sejak di dalam kandungan, kalau pasien saya discreening dulu vitamin D nya bagus ya," ungkapnya.
Baca tanpa iklan