TRIBUNNEWS.COM, TANGERANG — Wajah pelayanan Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) di Indonesia bersiap mengalami transformasi besar.
Menanggapi tantangan sistem yang selama ini masih terfragmentasi dan manual, Medisin resmi memperkenalkan MedisinLab dalam ajang Lab Indonesia Event di ICE BSD, Tangerang Selatan, Banten, pada Jumat (17/4/2026).
Inovasi ini hadir di tengah urgensi standardisasi data kesehatan nasional.
Bukan sekadar digitalisasi, MedisinLab membawa konsep one system for all services yang mengintegrasikan berbagai jenis layanan laboratorium dalam satu platform tunggal.
Memutus Rantai Layanan Manual
Selama ini, banyak Labkesda yang harus beroperasi dengan sistem terpisah-pisah antara laboratorium klinik, lingkungan, hingga mikrobiologi.
Kondisi ini sering kali memicu inefisiensi dan risiko kesalahan input data.
“Kami merancang MedisinLab untuk menjawab kebutuhan riil di lapangan. Sistem ini mencakup layanan laboratorium klinik, lingkungan, mikrobiologi, hingga kalibrasi,” ujar Mursyid Naufal, CEO dan Co-Founder Medisin.
Mursyid menekankan bahwa pendekatan yang diambil adalah full paperless.
Pasien tidak perlu lagi mengantre panjang berkat fitur pendaftaran online dan pemantauan sampel secara real-time.
"Hasil laboratorium kini bisa diakses langsung dari rumah dengan keamanan yang terjamin," tambahnya.
Baca juga: Lansia di Jakarta Masih Banyak yang Belum Paham Cara Gunakan Aplikasi SatuSehat
Integrasi Nasional dan Keamanan Data
Salah satu nilai tawar utama dari platform ini adalah kepatuhannya terhadap standar SATUSEHAT Kementerian Kesehatan.
Hal ini memungkinkan interoperabilitas data kesehatan secara nasional, sejalan dengan visi pemerintah dalam membangun ekosistem digital yang terpadu.
Dari sisi legalitas dan keamanan, MedisinLab telah mengimplementasikan Tanda Tangan Elektronik (TTE) yang diakui Komdigi melalui kerja sama dengan VIDA Sign. Langkah ini memastikan bahwa setiap dokumen hasil pemeriksaan memiliki validitas hukum yang kuat.
Ketua ASLABKESDA, Endra Muryanto, menyambut positif kehadiran teknologi ini sebagai katalis peningkatan mutu pelayanan.
Menurutnya, teknologi akan membuat proses di laboratorium menjadi lebih cepat dan terstandar.
Baca tanpa iklan