Menariknya, ia menyoroti konsep pola makan alami sebagai pembanding.
Dalam sebuah pengamatan, sekelompok orang yang hanya mengonsumsi makanan alami tanpa gula tambahan selama satu bulan menunjukkan hasil yang tidak terduga.
“Setelah satu bulan mereka tidak makan makanan modern, hanya makanan alami, peradangan gusinya tidak ada, padahal tidak menyikat gigi selama sebulan,” katanya.
Temuan tersebut menunjukkan bahwa makanan alami yang minim gula tambahan dapat membantu menjaga keseimbangan lingkungan di dalam mulut.
Berkurangnya asupan gula membuat bakteri tidak berkembang berlebihan, sehingga risiko peradangan gusi pun menurun.
Meski demikian, contoh tersebut ditegaskan bukan untuk ditiru secara harfiah, melainkan sebagai gambaran kuat bahwa makanan memiliki pengaruh signifikan terhadap kesehatan gigi dan gusi.
Ia juga menyinggung pentingnya asupan nutrisi tertentu dalam mendukung kesehatan jaringan mulut.
Vitamin seperti vitamin C dan vitamin E disebut berperan dalam menjaga kesehatan gusi, sementara asupan makanan alami membantu mengurangi proses peradangan.
Dengan demikian, menjaga kesehatan gigi dan mulut tidak hanya soal rutinitas menyikat gigi, tetapi juga dimulai dari pilihan makanan sehari-hari.
Mengurangi konsumsi gula dan makanan asam, serta memperbanyak makanan alami, menjadi bagian penting dalam menjaga gigi dan gusi tetap sehat.
(Tribunnews.com/ Aisyah Nursyamsi)
Baca tanpa iklan