News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Waspadai Dengue dan Leptospirosis, Mudah Menyebar di Puncak Musim Hujan

Penulis: Aisyah Nursyamsi
Editor: Choirul Arifin
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Sejumlah kendaraan menerobos hujan deras yang mengguyur kawasan Cempaka Putih, Jakarta Pusat.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Musim hujan dengan curah tinggi seperti terjadi sekarang membawa perubahan besar pada peta risiko kesehatan. Penyakit tertentu seperti dengue dan leptospirosis lebih mudah menyebar.

Epidemiolog dan ahli kesehatan lingkungan Dicky Budiman mengingatkan, meningkatkan paparan air hujan mengubah ekologi penyakit di negara tropis seperti Indonesia.

“Hujan tidak hanya menaikkan paparan air tapi juga mengubah ekologi faktor. Faktor ini yang menjadi perantara penyakitnya," kata Dicky Budiman dikutip Rabu (7/1/2026). 

Perubahan ekologi tersebut membuat lingkungan menjadi lebih ideal bagi vektor penyakit seperti nyamuk Aedes aegypti, yang siklus hidupnya justru semakin cepat saat banyak genangan air kecil di sekitar rumah.

Menurut Dicky, peningkatan kasus demam berdarah kerap terjadi beberapa hari hingga satu minggu setelah hujan deras. 

Genangan air di talang, kamar mandi, wadah terbuka, hingga area rumah yang jarang dibersihkan menjadi mikrohabitat favorit nyamuk berkembang biak.

“Di musim hujan seperti itu perkembangbiakan faktor itu meningkat karena genangan air atau mikro habitat dari faktor nyamuk ini mempercepat siklus Aedes aegypti misalnya. Dan ini meningkatkan risiko kasus dengue atau demam berdarah,” sebutnya. 

Situasi ini membuat pencegahan berbasis rumah tangga menjadi langkah paling efektif dan murah. 

Eliminasi genangan kecil, pemberantasan sarang nyamuk secara rutin, serta penerapan 3M tetap menjadi kunci utama menekan risiko demam berdarah yang bersifat musiman namun konsisten meningkat.

Dalam pencegahan dangue, 3M adalah singkatan dari menguras, menutup, dan mendaur ulang/mengubur. 

Banjir Bawa Ancaman Penyakit Berbasis Air

Selain demam berdarah, hujan deras dan banjir juga meningkatkan risiko paparan patogen berbasis air. Limpasan air hujan membawa kontaminan dari feses dan urin manusia maupun hewan ke lingkungan sekitar rumah.

Kondisi tersebut berpotensi memicu lonjakan penyakit diare, infeksi kulit, hingga leptospirosis, terutama setelah banjir surut. 

Risiko ini tidak selalu muncul pada banjir besar, tetapi juga pada genangan air yang terlihat sepele. Karena itu, dia menekankan pentingnya mengamankan air minum dan makanan di rumah. 

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini