News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Stok Susu UHT Langka, Kepala BGN: Susu Bukan Menu Wajib, SPPG Bisa Ganti Protein Lain 

Penulis: Rina Ayu Panca Rini
Editor: Anita K Wardhani
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

ilustrasi susu. Viral di media sosial terkait keluhan kelangkaan susu UHT full cream di pasaran. Bagaimana nasib menu MBG?

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Viral di media sosial terkait keluhan kelangkaan susu UHT full cream di pasaran.

Sejumlah warga mengeluhkan sulitnya menemukan produk tersebut di ritel modern.

Baca juga: Bayi Baru Lahir Dikubur Ibunya di Tulungagung Jatim: Korban Sempat Hidup dan Diberi Susu UHT

Berdasarkan pantauan Tribunnews.com pada Jumat (9/1/2026) di dua minimarket di Bekasi.

Stok susu tersebut tidak tersedia dari rak penjualan.

Kasir menyebut belum mengetahui kapan pasokan susu tersebut akan kembali tersedia.

“Iya sisa yang ada di rak itu (susu UHT full cream kosong), tidak tahu kapan lagi datang,” kata seorang kasir.

Keluhan serupa juga ramai disampaikan warganet di media sosial.

“Susu ultra 1 liter pada ludes di supermarket dan minimarket. Siapa yang borong ya?,” tulis netizen.

Netizen lainnya menyebut, stok fresh milk plain maupun UHT full cream juga kosong di sejumlah supermarket di wilayahnya.

Kepala BGN Sebut Susu Tak Wajib di Menu MBG

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana buka suara.

Susu UHT full cream bukan menu wajib dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG), terutama di daerah yang tidak memiliki peternakan sapi perah.

OPERASIONAL SPPG - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindaya buka suara soal adanya Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang belum atau bahkan tiba-tiba berhenti beroperasi pada hari pertama pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tahun 2026, Kamis (8/1/2026) saat ditemui di SDN 01 Kalibaru, Cilincing, Jakarta Utara. (Tribunnews.com/Rina Ayu Panca Rini)

Ia meminta agar Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) lebih flexibel dan tidak memaksakan pemberian susu UHT kepada anak-anak.

Hal itu disampaikan Dadan saat ditemui di Cilincing, Jakarta Utara, Kamis (8/1/2026).

Sebagai penganti menu susu, ia mengatakan, SPPG bisa memberikan atau mengganti dengan sumber protein dan sumber kalsium lain yang berkualitas.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini