News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Anak Sudah Makan Tiap Hari, Tapi Gizinya Belum Tentu Cukup, Dokter Jelaskan Kuncinya

Penulis: Aisyah Nursyamsi
Editor: Eko Sutriyanto
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

ILUSTRASI MAKANAN BERGIZI - Foto ini diambil dari Freepik pada Minggu (23/2/2025), memperlihatkan makanan bergizi seimbang. Banyak orangtua merasa tenang ketika anak sudah makan setiap hari namun rutinitas makan saja belum cukup menjamin kebutuhan gizi anak terpenuhi secara optimal

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Banyak orangtua merasa tenang ketika anak sudah makan setiap hari. 

Namun, rutinitas makan saja belum cukup menjamin kebutuhan gizi anak terpenuhi secara optimal.

Dokter Spesialis Gizi Klinik Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Dr. dr. Diana Sunardi, M.Gizi, Sp.GK, menegaskan bahwa tantangan utama pemenuhan gizi anak bukan semata pada jenis makanan mahal atau rumit.

Melainkan pada komposisi yang seimbang dan proses pengenalan yang tepat sejak dini.

Dalam konteks makanan harian anak, termasuk bekal makan di rumah, Diana menjelaskan bahwa prinsip dasarnya sebenarnya sederhana dan dapat disesuaikan dengan usia anak.

“Sebenarnya sih kalau bekal itu atau yang makanan dikonsumsi sehari anak-anak itu, kita bisa sesuaikan aja bahwa dia ada makanan pokoknya. Ada sumber proteinnya, hewani maupun abati. Kemudian dia ada sayur-mayur dan buah,” ujar Diana saat ditemui di bilangan Jakarta, Jumat (9/1/2026). 

Baca juga: Tidak Cukup Sekadar Ada Sayur di Piring, Ini Kesalahan Gizi Anak yang Sering Terjadi

Menurutnya, porsi tidak perlu besar karena kebutuhan anak memang masih sedikit. 

Namun, kelengkapan unsur gizi dalam piring anak menjadi hal yang tidak boleh diabaikan.

Lebih dari sekadar jumlah, fondasi terpenting dalam pemenuhan gizi anak adalah pengenalan terhadap makanan yang beragam. 

Tanpa proses ini, anak berisiko tumbuh menjadi picky eater dan hanya mau mengonsumsi jenis makanan tertentu.

“Yang terpenting memang pada anak-anak sudah diberikan fondasi bahwa mereka mengenal makanan, mengenal beragam makanan. Jadi tidak jadi picky eater hanya makan makanan tertentu aja,” jelasnya.

Diana menekankan bahwa perbaikan pola makan anak harus dilakukan secara bertahap. 

Salah satu aspek yang kerap luput diperhatikan orang tua adalah kesiapan anak secara fisik, terutama kemampuan mengunyah.

Jika kemampuan mengunyah belum optimal, orang tua dianjurkan memulai dari tekstur makanan yang sederhana, lalu secara perlahan meningkatkan konsistensinya. 

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini