TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Cuaca panas saat fenomena el nino godzilla ditambah paparan pendingin ruangan atau air conditioner (AC) dalam waktu lama dapat berdampak pada kesehatan kulit.
Fenomena El Nino “Godzilla” istilah populer untuk menggambarkan El Niño yang sangat kuat dan diprediksi membawa dampak berupa peningkatan suhu, paparan sinar UV yang lebih tinggi, serta menurunnya kelembapan udara.
Kondisi ini berpotensi memengaruhi kesehatan kulit.
Penggunaan AC di cuaca panas dapat membantu mengurangi rasa gerah.
Namun di sisi lain, berisiko menurunkan kelembapan udara yang dapat memicu kulit menjadi kering, sensitif, sehingga mudah iritasi, terutama pada kondisi cuaca ekstrem seperti saat ini.
“Solusinya bukan menghindari AC sepenuhnya, tetapi mengimbanginya dengan penggunaan moisturizer yang lebih intens, hydrating mist bila perlu, serta menjaga hidrasi tubuh,” kata Dokter Dermatologi, Venereologi dan Estetika Arini Astasari Widodo saat dihubungi Tribunnews.com, baru-baru ini.
Baca juga: Mitigasi Dampak El Nino Godzilla, Pemerintah Perkuat Stok Cadangan Pangan Produksi Dalam Negeri
Selain itu, bila memungkinkan, penggunaan humidifier juga dapat membantu menjaga kelembapan udara di dalam ruangan dan tidak lupa konsumsi air yang cukup.
Ia mengungkapkan, kondisi panas dan kering dapat memperparah beberapa penyakit kulit seperti jerawat maupun eksim atau dermatitis atopik.
El nino ekstrem ini mengganggu fungsi skin barrier, meningkatkan transepidermal water loss (TEWL) serta memicu dehidrasi kulit.
Karena itu, dokter Arini menyarankan untuk fokus memproteksi dan perbaikan skin barrier.
Baca juga: El Nino Godzilla Diprediksi Melanda Indonesia, Apa Dampaknya?
Pertama, wajib memakai tabir surya atau sunscreen minimal SPF 30–50 dengan broad spectrum.
Gunakan ulang setiap 2–3 jam.
Kedua, gunakan sabun pembersih wajah atau gentle cleanser untuk menjaga keseimbangan kulit tanpa stripping.
Ketiga, gunakan moisturizer sesuai jenis kulit masing-masing.
Keempat, konsumsi makan-makanan yang mengandung antioksidan agar melindungi dari oxidative stress akibat UV.
Baca tanpa iklan