News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Anak Mudah Sembelit, Perut Kembung hingga Sering Sakit? Dokter Ungkap Kunci Pencegahannya

Penulis: Aisyah Nursyamsi
Editor: Anita K Wardhani
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ilustrasi anak sakit perut karena sembelit. Anak terlihat aktif dan makan cukup, namun kerap mengalami sembelit, perut kembung, atau mudah lelah? 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi

Ringkasan Berita:

  • Saat anak terlihat aktif, tak jarang ada yang bermasalah pada organ pencernaan. 
  • Susah BAB, anak mengalami sembelit hingga perut kembung.
  • Jangan dianggap remeh karena ini bisa menjadi sinyal bahwa kesehatan saluran cerna anak belum optimal. 

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Anak terlihat aktif dan makan cukup, namun kerap mengalami sembelit, perut kembung, atau mudah lelah? 

Kondisi ini sering dianggap masalah kecil, padahal bisa menjadi sinyal bahwa kesehatan saluran cerna anak belum optimal.

Baca juga: 3 Cara Mengatasi Sembelit Akibat Kebanyakan Makan Daging Merah, Asupan Air Putih Harus Cukup

Di tengah maraknya pembahasan gizi anak di media sosial, ada satu aspek penting yang justru kerap terlewat, yakni keragaman makanan. 

Bukan sekadar soal porsi atau jadwal makan, melainkan variasi pangan yang masuk ke tubuh anak setiap hari.

Dokter Spesialis Gizi Klinik Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Dr. dr. Diana Sunardi, M.Gizi, Sp.GK, menyebut bahwa isu keberagaman pangan masih sering terlupakan dalam pola makan anak.

“Selama ini mungkin kita sudah banyak didengarkan mengenai kesehatan tidak sempurna, tidak hidup tidak makanan, tetapi ada yang sering dilupakan, terutama untuk asupan anak-anak, yaitu keragaman pangan,” ujar Diana pada talkshow yang diselenggarakan Danone bertema Aksi Nyata untuk Indonesia Lebih Sehat melalui Inovasi Berbasis Sains dan Kolaborasi di Jakarta, Kamis (8/1/2026).


Keragaman Makanan, Fondasi Kesehatan Saluran Cerna Anak

Keragaman pangan bukan hanya soal mengganti menu agar anak tidak bosan. 

Di balik itu, terdapat peran penting dalam menjaga kesehatan saluran cerna, yang menjadi pintu utama penyerapan zat gizi.

Menurut Diana, dari keragaman pangan inilah anak mendapatkan berbagai zat gizi esensial yang tidak hanya berdampak pada pencernaan.

Tetapi juga kesehatan tubuh secara keseluruhan. Namun, fokus utama tetap pada peran saluran cerna sebagai pusat metabolisme.

“Kenapa keragaman tangan bisa berpengaruh kepada kesehatan saluran cerna? Karena di dalam keragaman tangan ini, kita akan dapat mendapatkan asupan serat pangan,” jelasnya.

Serat pangan menjadi komponen krusial karena berhubungan langsung dengan kondisi mikrobiota usus. 

Semakin beragam jenis makanan, semakin besar peluang anak memperoleh serat dalam jumlah dan jenis yang cukup.

Serat Larut, ‘Makanan’ Utama Bakteri Baik di Usus

Halaman
123
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini