News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Terlihat Remeh! Ini Bahaya Tetap Pakai Handuk dan Baju Lembap 

Penulis: Aisyah Nursyamsi
Editor: Anita K Wardhani
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

HANDUK LEMBAP - Baju yang belum kering tetap dipakai, handuk masih lembap digunakan ulang kerap dianggap sepele. Padahal ada bahaya mengintai.

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi

Ringkasan Berita:

  • Baju yang belum benar-benar kering tetap dipakai, handuk masih lembap digunakan ulang kerap dianggap sepele.
  • Ini bisa menjadi pintu masuk berbagai masalah kulit, mulai dari infeksi jamur, bakteri, hingga parasit.
  • Udara yang lembap dan tubuh yang mudah berkeringat membuat kulit menjadi lingkungan ideal bagi mikroorganisme berkembang biak.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Musim hujan sering membuat banyak orang lengah soal kebersihan diri. 

Baju yang belum benar-benar kering tetap dipakai, handuk masih lembap digunakan ulang, hingga kebiasaan malas mandi setelah kehujanan kerap dianggap sepele.

Baca juga: Seni Melipat Handuk, Kompetisi Menggembirakan Tamu di Ashley Hotel Group

Padahal, kondisi tersebut bisa menjadi pintu masuk berbagai masalah kulit, mulai dari infeksi jamur, bakteri, hingga parasit. 

Udara yang lembap dan tubuh yang mudah berkeringat membuat kulit menjadi lingkungan ideal bagi mikroorganisme berkembang biak.

Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin RSUD Bung Karno Surakarta, dr. Ambar Aliwardani, Sp. DVE, menegaskan bahwa pakaian dan handuk lembap bukan sekadar masalah kenyamanan, tetapi juga kesehatan kulit.

“Tentu saja, pakaian lembab ataupun handuk yang masih basah, juga kita tetap gunakan, menjadi media yang subur sekali untuk pertumbuhan jamur, bahkan bakteri,"ungkap dr. Ambar pada live streaming Healthy Talk di kanal YouTube Tribun Health, Minggu (11/1/2026). 

Musim Hujan Bikin Kulit Lebih Rentan Infeksi

Saat musim hujan, kelembapan udara meningkat dan suhu sering terasa lebih panas. 

Kondisi ini membuat tubuh mudah berkeringat dan kulit terasa lengket. Jika kebersihan tidak dijaga, area lipatan tubuh menjadi titik rawan masalah.

Dr. Ambar menjelaskan bahwa kombinasi keringat, pakaian basah, dan kebiasaan malas mengganti baju menciptakan lingkungan ideal bagi kuman.

Sejumlah kendaraan menerobos hujan di kawasan Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Sabtu (27/1/2024). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan awal tahun 2024 diprediksi akan menjadi puncak musim hujan di Indonesia, sebagian besar wilayah akan mengalami puncak musim hujan pada bulan Januari dan Februari 2024, yaitu sebanyak 385 Zona Musim (ZOM) atau sekitar 55 persen wilayah, jika dibandingkan terhadap normal puncak musim hujan, puncak musim hujan di sebagian besar daerah diprakirakan sama dengan normalnya yaitu sebanyak 351 ZOM. Warta Kota/Yulianto (Warta Kota/Yulianto)

“Kalau musim hujan ini tadi udaranya panas, lengket, keringetan, kita nggak ganti baju atau bahkan malas mandikan area-area yang lembab itu, jadi tempat media untuk tumbuhnya sih bakteri dan jamur tadi,"jelasnya. 

Tak hanya jamur dan bakteri, kondisi lembap juga disukai parasit yang bisa memicu infeksi kulit menular.

Risiko Diam-diam dari Handuk Lembap

Handuk teh. (Pixabay)

Kebiasaan meminjam handuk atau bertukar pakaian dengan anggota keluarga atau teman juga sering dianggap aman. 

Padahal, risiko penularan infeksi kulit bisa terjadi tanpa disadari.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini