Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Bangun pagi langsung buka ponsel, kerja seharian di depan layar, lupa makan, tidur lewat tengah malam.
Pola hidup seperti ini sudah jadi rutinitas banyak orang dewasa muda dan Gen Z.
Terlihat baik-baik saja, tapi ternyata kebiasaan harian ini bisa berdampak langsung ke sistem imun.
Dokter Spesialis Penyakit Dalam Rumah Sakit Siloam Lippo Village, Tangerang, dr. Sandra Sinthya Langow, Sp.PD-KR, menyebut sistem imun manusia tidak selalu stabil sepanjang hidup.
“Jadi sistem imun ini kan ibarat mental pelindung kita ya. Jadi dia membantu kita supaya kalau ada kuman yang masuk, kita tidak menjadi sakit,” ujar dr. Sandra pada Healthtalk yang diselenggarakan di RS Siloam Lippo Village Tangerang, Sabtu (17/1/2026).
Merasa Masih Muda, Padahal Imun Sudah Mulai Turun
Banyak orang mengira penurunan sistem imun hanya terjadi saat usia lanjut. Padahal, menurut dr. Sandra, perubahan daya tahan tubuh sudah mulai terasa sejak usia produktif.
Saat anak-anak, sistem imun memang belum sempurna. Memasuki remaja hingga dewasa awal, imun berada di kondisi paling optimal. Namun, kondisi ini tidak bertahan selamanya.
“Menginjak usia 20, 30, 40, dan 50 tahun, sistem imun kembali menurun lagi. Nah akibatnya adalah kita mudah terkena pelbagai jenis penyakit infeksi,” jelasnya.
Baca juga: Jangan Biarkan Cacar Api Merampas Aktivitas Harian, Ini Risiko Nyata yang Kerap Diabaikan
Di fase inilah, pola hidup harian memegang peran penting. Kurang tidur, jarang olahraga, dan stres berkepanjangan membuat tubuh lebih mudah tumbang, meski usia masih tergolong muda.
Sistem Imun Perlu Dijaga, Bukan Nunggu Sakit
Dr. Sandra menegaskan, menjaga sistem imun bukan hal musiman atau dilakukan saat tubuh sudah drop. Justru, imun harus dirawat secara konsisten di setiap fase kehidupan.
“Jadi sistem imun itu ternyata kita harus mainin, gak cuma dari anak kecil, orang dewasa, bahkan sampai usia lanjut pun kita harus mainin terus,” katanya.
Baca tanpa iklan