News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Jamu Indonesia

Tak Sekadar Klaim, Perusahaan Jamu Ini Buktikan Kualitas Obat Herbal lewat Riset Ilmiah

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

OBAT HERBAL - Ilustrasi obat herbal. Berawal dari usaha jamu rumahan, PT Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul Tbk terus berkomitmen menjaga kualitas dan mengembangkan produk-produknya.

TRIBUNNEWS.COM - Obat herbal sudah lama menjadi pilihan masyarakat Indonesia saat tubuh terasa kurang fit. Dari resep turun-temurun hingga jamu yang mudah ditemui sehari-hari, pemanfaatan bahan alami ini terus bertahan hingga lintas generasi.

Di sisi lain, di tengah meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap keamanan dan efektivitas produk kesehatan, khasiat dari obat herbal tidak hanya bisa memenangkan hati konsumen karena tradisi, tetapi juga perlu dibuktikan secara ilmiah.

Hal inilah yang membuat PT Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul Tbk (Sido Muncul) terus menegaskan komitmennya dalam menjaga kualitas dan keamanan produk berbasis herbal melalui penguatan riset ilmiah.

Direktur Sido Muncul, Dr. (H.C.) Irwan Hidayat menyampaikan bahwa hasil penelitian merupakan fondasi penting dalam pengembangan produk-produknya, termasuk produk Tolak Angin yang saat ini memiliki beberapa varian yaitu Tolak Angin Cair, Tolak Angin Serbuk, Tolak Angin Tablet, Tolak Angin Flu, Tolak Angin Anak, Tolak Angin Kapsul, dan Tolak Angin Batuk.

“Kami tidak hanya mengandalkan warisan resep tradisional, tetapi juga memastikan setiap produk harus terjaga kualitasnya, termasuk Tolak Angin yang didukung oleh penelitian ilmiah. Ini merupakan bentuk tanggung jawab kami kepada konsumen agar produk yang diminum benar-benar aman, berkualitas, dan bermanfaat,” ujar Irwan Hidayat di Kantor Sido Muncul, Gedung House of Jamu, Jakarta Selatan, Selasa (20/1/2026).

Irwan menjelaskan, uji toksisitas telah dilakukan sejak produk Tolak Angin masih berbentuk serbuk jamu godokan. Ketika Sido Muncul menghadirkan inovasi produk Tolak Angin cair siap minum dengan kemasan sachet, penelitian dan pengujian ilmiah pun kembali diperbarui.

Penelitian tersebut bekerja sama dengan Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro (UNDIP) dan Fakultas Farmasi Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta yang mencakup uji toksisitas (keamanan), uji mutu bahan baku herbal, serta uji khasiat. 

“Kedua lembaga ini independen sehingga hasilnya objektif dan bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Kami tidak ingin masyarakat percaya dengan sekadar pendapat pribadi. Semuanya harus berbasis pada penelitian,” jelas irwan.

Komisaris Independen Sido Muncul DR.dr. Mohammad Adib Khumaidi, Sp.OT menjelaskan bahwa dengan dukungan penelitian ilmiah tersebut, Tolak Angin juga konsisten mensosialisasikannya kepada para akademisi, kalangan kedokteran, tenaga kesehatan, dan mahasiswa kedokteran, dengan menggelar seminar herbal mengenai Tolak Angin. Kegiatan ini telah dilakukan sebanyak 53 kali lewat kerja sama dengan berbagai Fakultas Kedokteran dari berbagai Universitas di Indonesia.

“Saat ini Sido Muncul juga punya fokus bekerja sama dengan beberapa institusi pendidikan kedokteran dan kesehatan untuk bersama-sama membuat sebuah penelitian bahkan perkembangan terkait dengan jamu dan obat herbal,” jelasnya.

Baca juga: Perusahaan Jamu ini Dorong Semangat Berkontribusi lewat Operasi Gratis Bibir Sumbing untuk 50 Anak

Riset Ilmiah Buktikan Tolak Angin Aman Dikonsumsi

Pada kesempatan ini, Dr. apt. Ipang Djunarko, S.Si., M.Sc  dari Fakultas Farmasi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta turut hadir secara daring dan menjelaskan bahwa uji toksisitas subkronis merupakan salah satu uji untuk menentukan keamanan dari suatu produk. 

“Penelitian dilakukan dengan metode peningkatan dosis, ada lima peringkat dosis. Pengamatan dilakukan selama tiga bulan, mencakup gejala klinis, uji darah rutin, dan uji kimia klinik untuk melihat efek toksik secara biokimia,” papar Ipang.

Seluruh hewan uji, tambah Ipang, juga dibedah untuk mengamati perubahan fisiologis, biokimia, dan struktural organ. Uji reversibilitas turut dilakukan untuk memastikan tidak ada dampak jangka panjang.

"Hasilnya, setelah penggunaan Tolak Angin Cair selama periode pengamatan, tidak ditemukan efek toksik yang signifikan," ujarnya.

Hal senada disampaikan apt. Phebe Hendra, Ph.D dari Fakultas Farmasi Universitas Sanata Dharma. Ia menjelaskan, proses pengujian dilakukan pada tikus jantan dan betina selama 90 hari, yang setara dengan 101 bulan pada manusia.

"Uji toksisitas pada hewan diharapkan dapat menggambarkan keamanan penggunaan pada manusia. Pada dosis tertinggi, setara konsumsi sembilan sachet sekaligus selama periode panjang, hasilnya tidak ditemukan kematian maupun perubahan signifikan pada hewan uji. Jadi, penggunaan Tolak Angin relatif aman selama penggunaannya sesuai dengan dosis yang dianjurkan,” ungkap Phebe.

Baca juga: Wujudkan Pembangunan Berkelanjutan, Perusahaan Jamu ini Raih Indonesia’s SDGs Action Awards 2025

Terkait uji khasiat, Dr. dr. Neni Susilaningsih, M.Si dari Fakultas Kedokteran UNDIP mengungkapkan bahwa Tolak Angin terbukti dapat meningkatkan jumlah Limfosit T perifer dan produksi sitokin tipe 1 pada pemakaian selama tujuh hari tanpa memengaruhi fungsi hepar dan ginjal sekaligus menjaga daya tahan tubuh.

“Hasil penelitian uji toksisitas dan uji khasiat merupakan persyaratan dari BPOM sehingga Tolak Angin memenuhi syarat sebagai obat herbal terstandar,” jelasnya.

Selain pemaparan dari para pakar, brand ambassador Tolak Angin Prof. Rhenald Kasali, Ph.D dan Andy F. Noya turut berbagi pandangannya. 

Menurut Prof. Rhenald Kasali, riset ilmiah yang dilakukan Sido Muncul telah berhasil memodernisasi jamu ke arah industri farmasi sehingga bisa diterima masyarakat dengan menyertakan bukti ilmiah. 

“Inilah yang membedakan Sido Muncul dalam industri ini dan menurut saya keren karena dilakukan dengan standar ilmiah sehingga masyarakat percaya,” ujarnya.

Sementara itu, Andi F. Noya menyebut bahwa riset yang dilakukan Sido Muncul menjawab kebutuhan konsumen untuk makin percaya bahwa obat herbal yang diwariskan telah terbukti khasiatnya.

“Saya sudah ke pabriknya Sido Muncul dan dengan teknologi yang modern,  saya melihat bagaimana investasi yang luar biasa besarnya diberikan Sido Muncul untuk bisa memproduksi jamu dengan riset yang sangat kuat,” jelas Andy.

Sebagai penutup, Direktur Marketing Sido Muncul Maria Reviani menekankan pentingnya bagi konsumen untuk memilah informasi yang beredar dengan cermat, terutama mengingat betapa mudahnya berita tersebar dalam hitungan detik di zaman yang makin modern.

"Apa yang sudah kami sampaikan harapannya dapat memberikan informasi yang baik untuk konsumen. Konsumen yang pintar tentu saja bisa memilih dan memilah informasi yang mana yang benar dan tidak, lalu juga memilih produk yang baik juga," tutupnya.

Penulis: Nurfina Fitri Melina | Editor: Anniza Kemala

Baca juga: Perusahaan Jamu Donasikan Rp500 Juta untuk Pengungsi Luar Negeri Lewat JRS Indonesia

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini