Ringkasan Berita:
- Lula Lahfah meningggal pada Jumat (23/1/2026) sempat mengaku alami radang usus sebelum meninggal.
- Penyakit kronis ini yang kerap dianggap sepele padahal punya dampak serius.
- Apa penyebab radang usus? Ini kata dokter.
TRIBUNNEWS.COM,JAKARTA - Meninggalnya selebgram Lula Lahfah pada Jumat (23/1/2026) membuka mata publik tentang pentingnya menjaga organ pencernaan.
Sebelum meninggal, perempuan berusia 26 tahun ini membagikan kondisi dirinya yang mengalami sejumlah penyakit diantaranya radang usus atau Inflammatory Bowel Disease (IBD), penyakit kronis ini yang kerap dianggap sepele padahal punya dampak serius.
Baca juga: Mengenal Kolonoskopi, Tindakan yang Sempat Dikhawatirkan Lula Lahfah
Dokter Spesialis Penyakit Dalam Prof dr Ari Fahrial Syam mengungkapkan, penyebab radang usus atau IBD hingga kini belum diketahui secara pasti.
Ia mengatakan, penyakit ini bukan disebabkan oleh satu faktor tunggal melainkan gabungan beberapa faktor.
"Kenapa? Karena memang multifaktor. Genetik, lingkungan, mikrobiota usus dan respons imun," kata dia dikutip dari youtube Yayasan Gastroenterologi Indonesia atas izin yang bersangkutan pada Senin (26/1/2026).
1. Faktor genetik
Faktor genetik memang berperan dalam terjadinya IBD. Namun, faktor keturunan ini tidak bersifat mutlak.
Tidak semua anak dari orang tua dengan IBD akan mengalami penyakit yang sama.
Baca juga: Sering Dikira Mag atau Tipes, Ini Gejala Radang Usus Kronis yang Sebenarnya
Faktanya, lebih dari 90 persen pasien IBD justru tidak memiliki riwayat keluarga dengan penyakit serupa.
"Tidak semua anak-anak yang orang tuanya IBD pasti kena IBD. Mayoritas pasien yang ditemui, lebih dari 90 persen tidak memiliki riwayat keluarga dengan IBD," jelas dia.
2. Gaya Hidup dan Pola Makan
Dari kamar praktiknya, Prof Ari selalu mengingatkan pasiennya untuk tidak hindari makanan dengan bahan pengawet atau membatasi konsumsim makanan yang diawetkan terlalu lama misalnya rendang atau gudeg yang disimpan berhari-hari.
Selain itu, gaya hidup termasuk rokok, konsumsi obat-obat seperti antibiotik dan NSAID juga memperbesar terjadinya peradangan usus.
Merokok bisa meningkatkan risiko penyakit crohn.
Baca tanpa iklan