Salah satu faktor lain adalah peran mikrobiota usus.
Ia menjelaskan, pada usus besar manusia terdapat triliunan bakteri, baik bakteri baik maupun jahat. Dalam kondisi normal, keduanya berada dalam keseimbangan.
Namun, jika keseimbangan ini terganggu atau disbiosis maka berbagai penyakit bisa muncul, termasuk IBD.
"Jalani pola makan sehat, hindari konsumsi makanan olahan, tinggi gula dan rendah serat," ujar dia.
4. Masalah Sistem Kekebalan tubuh
Ia menjelaskan, pada IBD, sistem imun keliru mengenali sel-sel sehat di usus sebagai musuh.
Akibatnya, tubuh terus menyerang usus sendiri, sehingga terjadi peradangan yang tidak kunjung sembuh.
Sehingga terjadi perlawanan, peradangan, akhirnya peradangan makin dalam, terjadi IBD.
Gejala IBD atau radang usus
Ia mengungkapkan, derajat keparahan IBD sangat bervariasi.
Pada kasus ringan, pasien mungkin hanya mengalami nyeri perut sesekali atau buang air besar bercampur darah.
Namun pada kasus yang lebih berat, perdarahan bisa terjadi setiap hari, disertai penurunan berat badan, tubuh lemas, pucat, dan penurunan kualitas hidup yang signifikan.
Untuk memastikan diagnosis dan tingkat keparahan, dokter akan melakukan pemeriksaan laboratorium.
"Jika diperlukan, pemeriksaan lanjutan seperti kolonoskopi (teropong), biopsi hingga radiologi, dilakukan untuk melihat luasnya peradangan pada usus," kata Prof Ari.
Baca tanpa iklan