TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Sudah mengurangi makan, menahan diri dari nasi, bahkan rajin memilih menu “sehat”, tetapi angka timbangan tak juga bergerak turun.
Kondisi ini kerap membuat banyak orang frustrasi dan merasa gagal menjalani diet.
Menurut dr. Imelda Goretti, Sp.GK, Spesialis Gizi Klinik Eka Hospital Cibubur, diet yang tidak membuahkan hasil sering kali bukan karena kurang disiplin.
Melainkan karena ada kesalahan kecil yang luput disadari dalam keseharian.
Merasa Sudah Diet, Tapi Porsi Masih Berlebih
Salah satu penyebab paling umum diet tidak efektif adalah porsi makan yang sebenarnya masih berlebih, terutama dari camilan.
Banyak orang merasa sudah mengurangi makan utama, tetapi tanpa sadar tetap mengonsumsi camilan dengan kalori tinggi.
Selain itu, pilihan jenis makanan juga berperan besar.
Makanan tinggi karbohidrat, tinggi gula, tinggi kalori, makanan yang digoreng, serta makanan dengan proses panjang atau ultra-processed cenderung memicu kenaikan berat badan meski dikonsumsi dalam porsi yang tampak kecil.
Kurang Protein dan Serat, Cepat Lapar Saat Diet
Kesalahan berikutnya adalah kurangnya asupan protein dan serat. Padahal, protein memiliki peran penting dalam membantu keberhasilan diet.
“Protein adalah salah satu nutrisi yang penting untuk dikonsumsi jika Anda ingin menurunkan berat badan,” jelas dr. Imelda Goretti, Sp.GK pada keterangannya, Senin (26/1/2026).
Protein membantu mengatur hormon ghrelin, hormon yang memberi sinyal lapar ke tubuh.
Ketika asupan protein kurang, rasa lapar muncul lebih cepat, sehingga seseorang cenderung makan lebih banyak dari yang direncanakan.
Selain protein, konsumsi serat dari sayur dan buah juga berperan besar.
Makanan berserat membantu pencernaan dan membuat rasa kenyang bertahan lebih lama.
Baca tanpa iklan