News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Banyak yang Keliru, Ini Perbedaan Miom dan Kista serta Risikonya bagi Kehamilan

Penulis: Aisyah Nursyamsi
Editor: Willem Jonata
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

ILUSTRASI.

Ringkasan Berita:

  • Meski umumnya tidak bersifat ganas, miom dan kista tetap perlu diwaspadai. 
  • Miom terbentuk dari jaringan dan otot rahim, dan sebagian besar bersifat jinak. Sementara itu, kista merupakan kantong berisi cairan
  • Penyebab miom belum diketahui secara pasti. Namun, hormon memiliki peran penting dalam pembentukannya

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Miom dan kista masih menjadi dua masalah kesehatan reproduksi wanita yang kerap disalahpahami. 

Banyak perempuan menganggap keduanya sama, padahal secara medis, miom dan kista adalah kondisi yang berbeda, baik dari bentuk, penyebab, hingga dampaknya terhadap kesuburan.

Dokter Spesialis Kandungan Eka Hospital BSD, dr. Budi Santoso, Sp.OG, FMAS, menjelaskan bahwa meski umumnya tidak bersifat ganas, miom dan kista tetap perlu diwaspadai. 

Karena dapat mengganggu kesehatan reproduksi wanita, terutama bila ukurannya membesar atau menimbulkan gejala.

Miom dan Kista Bukan Kondisi yang Sama

Bagi orang awam, miom dan kista kerap dianggap sebagai satu penyakit yang serupa. Padahal, keduanya memiliki perbedaan mendasar.

“Miom, atau dalam bahasa medis dikenal juga dengan sebutan fibroid rahim, adalah pertumbuhan jaringan yang terbentuk di dinding rahim,” jelas dr. Budi pada media briefing di Tangerang Selatan, Selasa (27/1/2026). 

Baca juga: Rahimnya Alami Polip hingga Miom, Meisya Siregar Jalani Histeroskopi, Begini Prosedurnya 

Miom terbentuk dari jaringan dan otot rahim, dan sebagian besar bersifat jinak. Sementara itu, kista merupakan kantong berisi cairan.

“Walau sering disebut kista rahim, kista sering terbentuk di ovarium sehingga juga dikenal dengan sebutan kista ovarium,” lanjutnya.

Dengan kata lain, miom menyerupai tumor jaringan, sedangkan kista berbentuk kantong cairan. Perbedaan inilah yang membuat gejala dan penanganannya pun tidak selalu sama.

Mengapa Miom Bisa Muncul pada Wanita Usia Produktif?

Penyebab miom belum diketahui secara pasti. Namun, hormon memiliki peran penting dalam pembentukannya.

Menurut dr. Budi, hormon estrogen dan progesteron diyakini berperan dalam pertumbuhan miom, sehingga kondisi ini lebih sering ditemukan pada wanita usia produktif. 

Miom juga diketahui dapat membesar saat kadar hormon tinggi dan mengecil ketika kadar hormon menurun.

Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko miom antara lain:

  • Obesitas
  • Riwayat miom dalam keluarga
  • Tidak memiliki anak
  • Menstruasi pertama terlalu dini
  • Usia menopause yang terlalu tua
  • Ketidakseimbangan hormon

Faktor-faktor tersebut tidak serta-merta menyebabkan miom, tetapi dapat meningkatkan kemungkinan terbentuknya jaringan fibroid di rahim.

Kista Ovarium Kerap Terbentuk dari Proses Alami Tubuh

Berbeda dengan miom, kista ovarium sering kali berkaitan dengan proses ovulasi yang merupakan bagian normal dari siklus menstruasi wanita.

Selain ovulasi, kista ovarium juga dapat terbentuk akibat:

  • Pembelahan sel yang abnormal
  • Endometriosis
  • PCOS
  • Penyakit peradangan panggul

Karena sering kali tidak bergejala, kista ovarium kerap ditemukan secara tidak sengaja saat pemeriksaan panggul atau USG untuk keperluan lain.

Gejala Miom dan Kista yang Sering Diabaikan

Miom dan kista tidak selalu menimbulkan keluhan, terutama jika ukurannya kecil. Namun, saat ukurannya membesar, gejala mulai muncul dan kerap mengganggu aktivitas sehari-hari.

Gejala miom yang perlu diwaspadai meliputi:

  • Perdarahan di luar jadwal menstruasi
  • Nyeri hebat saat haid
  • Perut buncit bagian bawah
  • Rasa kembung di perut bawah
  • Sering buang air kecil
  • Nyeri saat berhubungan seksual
  • Nyeri punggung bawah
  • Sembelit
  • Keputihan abnormal kronis
  • Anyang-anyangan

Sementara itu, gejala kista ovarium yang dapat muncul antara lain:

  • Nyeri panggul atau punggung bawah
  • Rasa penuh di perut bagian bawah
  • Nyeri saat berhubungan seksual
  • Nyeri menstruasi
  • Menstruasi tidak teratur
  • Sembelit atau anyang-anyangan

Karena gejalanya sering mirip dan cenderung ringan, banyak wanita baru menyadari kondisinya ketika ukuran miom atau kista sudah membesar.

Dampaknya terhadap Kesuburan dan Kehamilan

Lebih lanjut dr Budi ungkap menjelaskan jika miom dan kista umumnya tidak berbahaya, tetapi tetap bisa berdampak pada kesehatan reproduksi.

Miom jarang menyebabkan infertilitas. Namun, bila miom tetap ada selama kehamilan, kondisi ini dapat memicu komplikasi seperti solusio plasenta, gangguan pertumbuhan janin, hingga kelahiran prematur.

Sementara itu, kista yang berkaitan dengan PCOS dapat menurunkan peluang kehamilan. Kista terbentuk dari sel telur yang tidak matang, sehingga proses pembuahan menjadi lebih sulit terjadi.

Bisakah Miom dan Kista Dicegah?

Karena penyebab pastinya belum diketahui, pencegahan miom dan kista tidak dapat dilakukan secara spesifik. 

Meski demikian, beberapa langkah dapat membantu menurunkan risikonya.

Menjaga berat badan ideal penting untuk mencegah ketidakseimbangan hormon akibat obesitas. 

Konsumsi obat yang mengandung hormon juga dapat membantu mencegah miom atau kista bertambah besar, sesuai anjuran dokter.

Pemeriksaan panggul secara rutin menjadi langkah penting untuk deteksi dini sebelum kondisi berkembang lebih parah.

Kapan Harus Segera ke Dokter Kandungan?

Meski sering tanpa gejala, wanita disarankan segera memeriksakan diri ke dokter jika mengalami:

  • Tidak menstruasi lebih dari tiga bulan
  • Menstruasi tidak teratur
  • Menstruasi sangat banyak, panjang, atau sangat nyeri
  • Perdarahan di luar jadwal haid
  • Nyeri perut yang tidak kunjung hilang
  • Perut semakin membuncit
  • Nyeri saat berhubungan seksual
  • Rasa penuh dan tertekan di perut
  • Nyeri panggul

Operasi tidak selalu menjadi pilihan utama. Dalam banyak kasus, dokter akan memantau kondisi miom atau kista secara berkala untuk memastikan tidak memburuk.

Bagi wanita yang berencana hamil dan telah terdiagnosis miom atau kista, konsultasi dengan dokter kandungan sangat dianjurkan agar mendapatkan penanganan yang tepat sejak dini.

 

(Tribunnews.com/ Aisyah Nursyamsi)

 

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini