News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Biaya Medis Karyawan Terus Naik, Perusahaan Didorong Manfaatkan Telekonsultasi

Penulis: Choirul Arifin
Editor: Seno Tri Sulistiyono
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

BIAYA KESEHATAN KARYAWAN - Thomas Suhardja, Chief Human Capital Halodoc dalam paparan laporan Indonesia Health Insights Q2 2026 di Jakarta, Senin, 27 April 2026.

 


TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Biaya layanan kesehatan untuk karyawan di Indonesia diprediksi terus meningkat tajam. Hal ini memberi konsekuensi meningkatnya beban biaya bagi perusahaan.

Laporan riset Indonesia Health Insights Q2 2026 yang dirilis platform Halodoc dan dipublikasikan di Jakarta, Senin, 27 April 2026 menunjukkan, inflasi biaya medis di Indonesia diperkirakan mencapai 15,1 persen di 2026 ini atau kelima tertinggi di Asia Pasifik dan melampaui rata-rata global.

Hal itu menunjukkan tekanan terhadap anggaran kesehatan perusahaan semakin nyata. Pada saat yang sama, lebih dari 69 persen populasi Indonesia berada di usia produktif. Hal ini membuat kesehatan karyawan bukan sekadar benefit, melainkan aset strategis yang langsung mempengaruhi produktivitas dan daya saing bisnis. 

Baca juga: Perkuat Pasar Industri Kesehatan di Luar Negeri, Holding BUMN Farmasi Gandeng Kemenlu RI

Namun, ketergantungan pada sistem layanan kesehatan offline justru menciptakan inefisiensi ganda: waktu kerja karyawan terbuang karena antrian, sementara klaim outpatient care terus membebani anggaran perusahaan, tanpa menjamin karyawan mendapat penanganan yang tepat waktu dan sasaran.  

Produktivitas bukan hanya soal seberapa banyak pekerjaan yang diselesaikan, tapi seberapa optimal seseorang bisa berkontribusi ketika kondisi fisik dan mentalnya benar-benar terjaga," kata Thomas Suhardja, Chief Human Capital Halodoc dalam paparan laporan Indonesia Health Insights Q2 2026 

Dia menekankan, tugas praktisi HR bukan hanya merekrut dan mengelola, tapi memastikan setiap karyawan punya fondasi yang kuat untuk berkembang, dan menjaga kesehatan dengan baik, baik itu fisik maupun mental.

Manfaatkan Telekonsultasi

Laporan Indonesia Health Insights mengungkap bahwa sebagian besar keluhan medis yang bersifat umum dapat ditangani secara digital tanpa tatap muka, sehingga kunjungan fisik hanya menjadi tujuan untuk kondisi yang benar-benar membutuhkan tindakan fisik lanjutan dengan tenaga medis.

Hasil dari integrasi layanan telekonsultasi sebagai lini pertama layanan kesehatan disebutkan dapat menyelesaikan hingga 95 persen kasus kronis (kondisi yang memerlukan pemantauan konsisten jangka panjang).

Cara ini juga disebut membantu menangani 94 persen kasus akut (datang tiba-tiba dan mendorong pasien untuk segera mengambil keputusan) tanpa kunjungan fisik ke fasilitas kesehatan dalam periode observasi 30, 60, hingga 90 hari. 

“Menjaga kesehatan karyawan adalah investasi strategis. Karyawan yang harus menempuh perjalanan dan antrian panjang ke fasilitas kesehatan offline cenderung menunda pengobatan, yang berisiko memperburuk kondisi sekaligus meningkatkan biaya di kemudian hari," ujar Thomas.

Dia bilang, layanan telekonsultasi atau Digital Cashless Outpatient (DCO) bisa menekan biaya kesehatan hingga 15 persen dalam satu tahun di perusahaan.

"Penghematan ini membuka ruang bagi perusahaan untuk mengalokasikan anggaran ke program kesejahteraan atau inisiatif strategis yang lebih berdampak lainnya bagi karyawan," beber Thomas.

Thomas mengingatkan, telekonsultasi tidak menggantikan layanan pemeriksaan secara langsung, tapi jika dibutuhkan untuk melakukan kunjungan fisik, dapat menjadi lebih selektif dan tepat sasaran.

Puspa Angelia, Head of Business Strategy Halodoc menambahkan, Halodoc for Business memposisikan telekonsultasi sebagai strategi untuk menyelesaikan sebagian besar kebutuhan kesehatan karyawan tanpa kunjungan fisik yang tidak perlu dan mendorong efisiensi sistem kesehatan perusahaan secara menyeluruh.

 

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini