News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Dokter Ingatkan Bahaya Kopi Berpemanis, Ini Cara Aman Pembuatannya

Penulis: Aisyah Nursyamsi
Editor: Adi Suhendi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

MERACIK KOPI - Fikri Nurhadiansyah (32) membuat kopi pesanan pelanggan di kawasan Pegangsaan Dua Kelapa Gading Jakarta Utara, Sabtu (4/4/2026). dr Dicky Levenus Tahapary SpPD-KEMD PhD mengatakan masyarakat perlu membedakan antara kopi dan bahan tambahan yang ada di dalamnya.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kopi menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat modern.

Mulai dari kopi susu, kopi gula aren, hingga berbagai minuman kopi dengan tambahan sirup dan krimer kini mudah ditemukan di mana-mana.

Di sisi lain, kopi juga sering disebut memiliki manfaat bagi kesehatan hati.

Lalu, benarkah kopi menyehatkan atau justru berbahaya?

Dokter Spesialis Penyakit Dalam Subspesialis Endokrinologi, Metabolisme, dan Diabetes dr Dicky Levenus Tahapary SpPD-KEMD PhD mengatakan masyarakat perlu membedakan antara kopi dan bahan tambahan yang ada di dalamnya.

Menurut dr Dicky, kopi murni pada dasarnya tidak menjadi masalah.

Bahkan berbagai penelitian menunjukkan konsumsi kopi dalam jumlah wajar masih aman.

Baca juga: 4 Bahan yang Sebaiknya Tidak Dicampurkan ke Kopi Menurut Ahli Gizi

"Kalau kopinya emang nggak ada masalah. Banyak penelitian menunjukkan minum kopi 2-3 gelas sehari emang nggak ada masalah," kata dr Dicky pada awak media usai jadi pembicara dalam diskusi spesial Global Fatty Liver Day yang diselenggarakan oleh Novo Nordisk di Jakarta Pusat, Minggu (14/6/2026).

Masalah justru muncul ketika kopi dipenuhi tambahan pemanis dan bahan lain.

Banyak minuman kopi modern mengandung tambahan gula, krimer, hingga berbagai jenis pemanis.

Komponen inilah yang menurut dr Dicky perlu mendapat perhatian.

Baca juga: Kopi, Cerita, dan Ritme Kehidupan Jakarta

"Yang disalahin adalah pemanisnya sama aditif lainnya, creamer dan lain-lain," ujarnya.

Menurut dia, beberapa jenis pemanis yang banyak digunakan dalam minuman kemasan dapat meningkatkan risiko fatty liver.

Kenapa Kopi Manis Bisa Berisiko?

Lebih lanjut dr Dicky menyinggung hasil penelitian yang pernah dilakukan di Depok.

Temuan tersebut menunjukkan hasil yang berbeda dibanding sejumlah penelitian luar negeri.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini