TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ruam di kulit, diare berulang, perut kembung, hingga anak yang tiba-tiba menjadi lebih rewel sering kali dianggap sebagai masalah kesehatan biasa.
Padahal, keluhan tersebut bisa menjadi tanda alergi protein susu sapi (APSS) yang kerap tidak disadari orang tua.
Dokter Spesialis Anak Konsultan Alergi Imunologi dr Molly Dumakuri Oktarina SpA(K) mengatakan alergi susu sapi merupakan kondisi yang perlu dikenali sejak dini karena dapat memengaruhi kenyamanan anak, asupan nutrisi, hingga tumbuh kembangnya.
Menurut dr Molly, setiap anak dapat menunjukkan gejala yang berbeda sehingga penanganannya tidak bisa disamaratakan.
"Setiap anak memiliki kondisi yang berbeda, sehingga pendekatan penanganannya pun tidak bisa disamaratakan," kata dr Molly dalam talkshow kesehatan sambut World Allergy Week 2026, Sarihusada melalui SADAR Alergi Ajak Orang Tua Tangani Alergi Susu Sapi pada Anak dengan Tepat di Jakarta, Minggu (14/6/2026).
Baca juga: ASI Eksklusif Bisa Cegah Alergi Susu Sapi pada Anak? Ini Penjelasan Ilmiahnya
Berdasarkan studi dalam Asia Pacific Journal of Clinical Nutrition (2025), prevalensi global alergi susu sapi berkisar antara 2 persen hingga 7,5 persen.
Sementara itu, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mencatat angka kejadiannya di Indonesia dapat mencapai hingga 7,5 persen.
Sayangnya, gejala alergi susu sapi sering menyerupai kondisi umum lain seperti gangguan pencernaan atau masalah kulit sehingga tidak jarang terlambat dikenali.
Padahal, jika tidak ditangani dengan tepat, kondisi tersebut dapat mengganggu asupan nutrisi anak pada masa penting pertumbuhan dan perkembangan.
Penanganan Alergi Susu
Dokter Molly pun menjelaskan tidak ada satu pendekatan yang bisa diterapkan pada seluruh anak dengan alergi susu sapi.
Kondisi setiap anak berbeda sehingga terapi yang diberikan harus disesuaikan berdasarkan hasil evaluasi medis.
"Setiap anak memiliki kondisi yang berbeda, sehingga pendekatan penanganannya pun tidak bisa disamaratakan," jelas dr Molly.
Baca juga: Serupa Tapi Tak Sama, Kenali Gejala Anak yang Alergi Susu Sapi dan Intoleran Laktosa
Ia menegaskan bahwa ASI tetap merupakan nutrisi terbaik, termasuk bagi anak yang mengalami alergi protein susu sapi.
Namun dalam kondisi tertentu, ibu perlu menghindari konsumsi susu sapi dan produk turunannya sebagai bagian dari penanganan.
Sementara pada anak yang membutuhkan asupan tambahan karena indikasi medis tertentu, pemilihan formula harus dilakukan berdasarkan rekomendasi dokter anak.
Baca tanpa iklan