News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Metode Deteksi Dini Kanker Terbaru Ada di Indonesia, Pemeriksaan Melalui Sampel Darah

Penulis: Rina Ayu Panca Rini
Editor: Anita K Wardhani
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

DETEKSI KANKER - Direktur Utama RSCM Supriyanto Dharmoredj menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan Komisaris Utama SCL Group Lee Kyoung Ryul pada Senin (27/4). Penandatanganan kerja sama ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat pengembangan layanan diagnostik modern berbasis teknologi serta memperluas jejaring kolaborasi kesehatan antara Indonesia dan Korea Selatan.

 

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Metode terbaru untuk mendeteksi kanker kini ada di Indonesia. 

Pemeriksaan berbasis sampel darah atau liquid biopsy kini ada di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM).

Teknologi ini hasil kerja sama dengan Korea Selatan yang diharapkan bisa mendeteksi kanker lebih dini.

Baca juga: Trump Tertidur Saat Pimpin Rapat di Gedung Putih, Netanyahu Operasi Kanker Prostat

Langkah ini ditandai dengan penandatangan Nota Kesepahaman (MoU) RSCM dengan SCL Group pada Senin (27/4/2026).

Teknologi liquid biopsy bernama Cancer find ini memungkinkan tenaga medis mendeteksi sel kanker hanya melalui sampel darah. 

Berbeda dengan biopsi konvensional yang memerlukan pengambilan jaringan tubuh, metode ini jauh lebih sederhana dan minim risiko.

Komisaris Utama SCL Group Lee Kyoung Ryul, menjelaskan, sampel darah yang telah diamnul lalu dianalisis secara presisi untuk mengidentifikasi keberadaan sel kanker, bahkan sebelum tanda-tanda kanker terlihat melalui pemeriksaan seperti X-ray.

Ilustrasi kanker darah (Biomed Central)

Dengan kemampuan ini, liquid biopsy dapat mendeteksi sedikitnya 12 jenis kanker, antara lain kanker paru, payudara, kolorektal, hati, pankreas, lambung, dan ovarium

"Pasien memiliki peluang lebih besar untuk mendapatkan penanganan sejak tahap awal penyakit," kata Lee.

Ditambahkan Direktur Utama RSCM Supriyanto Dharmoredjo, teknologi ini bukan pengganti metode yang sudah ada, melainkan pelengkap. 

Selama ini, deteksi kanker dilakukan melalui berbagai pendekatan seperti skrining risiko, riwayat keluarga, hingga pemeriksaan tumor marker.

Inovasi ini diharapkan dapat memperkuat program nasional penanganan penyakit serius, termasuk inisiatif pemerintah dalam penanggulangan kanker, jantung, stroke, dan penyakit ginjal.

"Deteksi yang lebih dini berarti peluang pengobatan yang lebih besar bagi pasien," ujar dia.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini