'Expired Date' dan 'Best Before' Tidak Sama, Ini 5 Hal di Label Makanan yang Wajib Dicek
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Di tengah maraknya pilihan makanan kemasan, orang tua kerap dihadapkan pada kemasan menarik, klaim menggoda, dan nama produk yang terdengar “aman”.
Namun, di balik tampilan luar, ada detail penting yang justru menentukan apakah sebuah produk benar-benar layak dikonsumsi, terutama oleh anak.
Anggota Unit Kerja Koordinasi (UKK) Nutrisi dan Penyakit Metabolik IDAI, Dr. dr. Klara Yuliarti, Sp.A, Subsp.N.P.M(K) menegaskan bahwa membaca label makanan bukan sekadar formalitas, melainkan bagian penting dari upaya menjaga kesehatan keluarga.
“Kita harus mengecek label nutrisi karena kita mau memilih makanan ini baik untuk orang tua maupun untuk dokter ya,"ungkap dr Klara pada media briefing virtual, Selasa (27/1/2026.
Bukan Cuma Orang Tua, Dokter Pun Bisa Lengah
Menurut dr. Klara, masih banyak konsumen yang belum benar-benar memahami cara membaca label makanan dengan benar.
Bahkan, ketidaktelitian ini tidak hanya terjadi pada masyarakat umum, tetapi juga di kalangan tenaga kesehatan.
“Karena dokter pun ada yang tidak, maksudnya tidak begitu memperhatikan bagaimana cara membaca label makanan. Karena ada peraturan-peraturan,"imbuhnya.
Ia menjelaskan bahwa tanpa memahami aturan yang berlaku, seseorang akan kesulitan menafsirkan informasi di balik label, mulai dari komposisi, nilai gizi, hingga klaim kesehatan.
Terlebih, regulasi label pangan bisa berbeda antarnegara, sehingga kehati-hatian menjadi kunci.
Pangan Segar, Siap Saji, dan Kemasan: Jangan Tertukar
Dalam penjelasannya, dr. Klara membedakan jenis pangan yang sering dikonsumsi sehari-hari.
Pangan segar adalah bahan makanan yang dimasak sendiri di rumah. Sementara pangan olahan terbagi menjadi dua yaitu pangan olahan siap saji dan pangan olahan kemasan.
Pangan olahan siap saji, seperti makanan restoran yang langsung dimasak dan dikonsumsi, umumnya tidak memerlukan izin Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
Sebaliknya, pangan olahan kemasan yang dijual luas wajib memiliki izin edar, tergantung skala industrinya.
Produk dengan teknologi produksi lebih kompleks, seperti pasteurisasi atau UHT, serta pangan terfortifikasi memiliki persyaratan yang jauh lebih ketat karena menyangkut keamanan dan kandungan gizinya.
Lima Hal Wajib Dicek di Label Makanan Kemasan
Dr. Klara merinci lima komponen utama yang wajib diperhatikan sebelum membeli makanan kemasan:
1. Tanggal kedaluwarsa
Konsumen harus memastikan produk belum melewati tanggal aman konsumsi. Kesalahan penjualan bisa terjadi karena faktor manusia.
2. Daftar komposisi bahan
Urutan bahan mencerminkan kandungan terbesar hingga terkecil, sehingga penting untuk benar-benar dibaca.
3. Informasi Nilai Gizi (ING)
Informasi ini menjadi dasar untuk mengontrol asupan gula, garam, dan zat gizi lainnya.
4. Klaim pada kemasan
Baik klaim gizi maupun klaim kesehatan harus dipahami secara kritis, bukan langsung dipercaya.
5. Kategori pangan
Kategori ini menjadi sangat krusial terutama untuk anak-anak.
Anak di Bawah 3 Tahun Masuk Populasi Khusus
Dr. Klara menekankan bahwa anak di bawah usia tiga tahun tergolong populasi khusus yang harus mendapat perlindungan ekstra.
Oleh karena itu, syarat pangan untuk kelompok usia ini jauh lebih ketat dibandingkan pangan umum.
Kesalahan memahami kategori pangan berisiko membuat anak mengonsumsi produk yang sebenarnya tidak sesuai dengan kebutuhannya.
Salah satu jebakan yang sering terjadi adalah penyebutan nama produk.
Minuman yang mengandung sedikit susu, misalnya, tidak boleh disebut sebagai susu jika tidak memenuhi persentase bahan baku utama.
Dalam praktik sehari-hari, banyak orang tua mengira produk tersebut adalah susu karena nama dan iklannya, padahal kandungan susunya sangat minim.
Nama merek, klaim, hingga ilustrasi kemasan juga tidak boleh menyesatkan, terutama jika ditujukan untuk anak di bawah tiga tahun.
Expired Date dan Best Before Tidak Sama
Hal lain yang sering disalahpahami adalah perbedaan antara expired date dan best before.
Untuk pangan khusus, terutama yang bersifat medis atau ditujukan bagi populasi khusus, penggunaan expired date bersifat mutlak.
“Kalau Best Before itu, makanan-makanan yang lebih longgar. Kalau untuk makanan khusus, populasi khusus, itu semua expired date,"imbuhnya.
Kesalahan dalam mencantumkan atau memahami tanggal ini berpotensi menimbulkan risiko kesehatan serius, terutama pada anak.
Baca tanpa iklan