Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi
Ringkasan Berita:
- Ramai super flu diperbincangkan setelah muncul laporan temuan influenza H3N2 subklat K di Indonesia.
- Wamenkes Dante Saksono Harbuwono sebut kemunculan varian influenza bukanlah hal baru.
- Lantas, bahayakah super flu?
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Istilah super flu belakangan ramai diperbincangkan setelah muncul laporan temuan influenza H3N2 subklade K di Indonesia.
Hal ini memunculkan pertanyaan di masyarakat, apakah super flu ini berbahaya?
Baca juga: Super Flu di Indonesia Sudah Lewati Puncaknya: Total 74 Kasus yang Terdeteksi di 13 Provinsi
Wakil Menteri Kesehatan RI Dante Saksono Harbuwono menegaskan bahwa kemunculan varian influenza bukanlah hal baru dalam sejarah kesehatan manusia.
Influenza, dengan berbagai subtipe dan subklatnya, terus berkembang seiring waktu dan telah lama menjadi bagian dari dinamika penyakit menular global.
Influenza Selalu Ada, Tidak Semua Varian Berbahaya
Dante menjelaskan bahwa penting bagi masyarakat untuk memahami konteks kemunculan subklat K agar tidak terjebak pada kepanikan akibat istilah “super flu”.
“Sebenarnya infeksi influenza itu akan ada di dalam perkembangan dan sejarah umat manusia,"ungkapnya dilansir dari akun Instagram resmi Kementerian Kesehatan, Sabtu (31/12026).
Baca juga: Kasus Super Flu Terbaru Ada di Batam hingga Bali, Menkes: Tak Perlu Panik, Ini Normal
"Namun kalau kita lihat dari karakter yang ada saat ini, subklat K sebenarnya tidak terlalu berbahaya akan menjadi tantangan pada kelompok yang berisiko tinggi, terutama pada kelompok usia lanjut, anak-anak,"sambungnya.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa H3N2 subklat K bukanlah varian dengan tingkat keganasan tinggi bagi masyarakat umum.
Namun tetap perlu perhatian khusus pada kelompok rentan seperti lansia dan anak-anak yang memiliki daya tahan tubuh lebih lemah.
Siapa yang Perlu Lebih Waspada?
Kelompok usia lanjut dan anak-anak menjadi fokus kewaspadaan karena lebih rentan mengalami komplikasi bila terinfeksi influenza.
Oleh sebab itu, pencegahan dan perlindungan dini di lingkungan keluarga dan komunitas menjadi langkah penting agar penularan tidak meluas.
Meski demikian, pemerintah menilai situasi saat ini masih terkendali dan terus dipantau melalui sistem surveilans kesehatan.
Baca tanpa iklan