News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Virus Nipah

Kenali Cara Penularan Virus Nipah, Bisa Dari Buah Aren yang Tidak Dimasak

Penulis: Aisyah Nursyamsi
Editor: Anita K Wardhani
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

VIRUS NIPAH - Kelelawar bergelantungan di pohon buah menjadi reservoir alami berbagai virus berbahaya. Buah yang digigit kelelawar berisiko membawa virus Nipah, jalan masuk yang sering dianggap sepele.Virus Nipah meski bukan penyakit baru, sumber penularannya ada di sekitar kita yakni di buah aren yang dikonsumsi langsung.

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi

Ringkasan Berita:

  • Untuk meminimalkan risiko penularan virus nipah, Kemenkes ingatkan potensinya.
  • Meski virus Nipah bukan penyakit baru, sumber penularannya ada di sekitar kita. 
  • Salah satunya melalui buah aren yang dikonsumsi langsung.

 

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Virus Nipah kembali menjadi perhatian, meski bukan penyakit baru, sumber penularannya ada di sekitar kita. 

Salah satunya melalui buah aren yang dikonsumsi langsung.

Baca juga: Cegah Virus Nipah, Pemerintah Disarankan Kampanye Protokol Kesehatan Berbasis Edukasi Digital


Meski hingga kini belum ditemukan kasus di Indonesia, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengingatkan masyarakat untuk waspada terhadap pola penularan virus ini.

Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes, Aji Muhawarman, menjelaskan bahwa virus Nipah bukan penyakit baru. 

Virus ini pertama kali ditemukan di Malaysia pada 1998 dan telah muncul di sejumlah negara Asia lainnya, termasuk India, Bangladesh, Singapura, dan Filipina.

“Sumber penularan umumnya berasal dari kelelawar atau hewan lain seperti babi,” jelas Aji dalam keterangannya, Senin (26/1/2026).

Penularan Lewat Kontak dengan Hewan Terinfeksi

Aji memaparkan, manusia dapat terinfeksi virus Nipah melalui kontak dengan hewan yang terinfeksi, terutama melalui urin, air liur, darah, dan sekresi.

Masa inkubasi virus ini berkisar antara 4 hingga 14 hari. Pada kondisi berat, tingkat kematian dapat mencapai 40 hingga 75 persen.

“Belum ada vaksin atau obat spesifik untuk penyakit virus Nipah,” ungkap Aji.

Kondisi tersebut membuat pencegahan dan kewaspadaan masyarakat menjadi sangat penting.

Jangan Konsumsi Aren Tanpa Dimasak

Untuk meminimalkan risiko penularan, Kemenkes mengeluarkan sejumlah imbauan yang perlu diperhatikan masyarakat dalam aktivitas sehari-hari.

Baca juga: Kasus Sedikit, Dampak Bisa Fatal, Ini Mengapa Virus Nipah Perlu Waspada Tinggi

Masyarakat diminta tidak mengonsumsi buah dengan bekas gigitan kelelawar, serta mencuci dan mengupas buah secara menyeluruh sebelum dikonsumsi.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini