News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Mengenal Tetralogi Fallot, Kelainan Jantung Bawaan pada Anak

Editor: Anita K Wardhani
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

 


 
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Tetralogi Fallot merupakan salah satu kelainan jantung bawaan kompleks yang muncul sejak bayi lahir. 

Baca juga: 50 Persen Bayi yang Lahir dengan Down Syndrome Punya Kelainan Jantung Bawaan

Penyakit ini dinamai “tetralogi” karena terdiri dari empat kelainan struktur jantung yang terjadi bersamaan, yaitu:

Ventricular Septal Defect (VSD) – lubang di antara bilik jantung kiri dan kanan, sehingga darah yang kaya oksigen bercampur dengan darah miskin oksigen; Pulmonary stenosis – penyempitan jalur aliran darah ke paru-paru, sehingga darah sulit mendapat oksigen maksimal.

Kemudian Overriding aorta  yakni posisi aorta bergeser sehingga sebagian darah dari bilik kanan ikut masuk ke aorta dan right ventricular hypertrophy – penebalan dinding bilik kanan karena jantung harus bekerja lebih keras memompa darah melewati penyempitan.

Akibat keempat kelainan ini, tubuh anak bisa mengalami sianosis, yaitu perubahan warna kebiruan pada bibir, jari tangan, atau kaki, terutama saat bayi atau anak aktif bergerak atau menangis.

Gejala lain yang sering muncul antara lain berat badan sulit naik, tumbuh kembang tertunda, mudah lelah, dan sesak saat bermain atau makan.

Kasus nyata terlihat pada seorang balita berusia 1 tahun 4 bulan yang baru-baru ini menjalani operasi koreksi total Tetralogi Fallot.

Pascaoperasi, kondisi pasien dilaporkan stabil dan menunjukkan perbaikan.

Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Brawijaya Hospital, dr. Budi Rahmat, SpBTKV, Subsp.JPK(K), menjelaskan bahwa pasien datang sebagai rujukan dari dokter spesialis anak di Bekasi.

Saat diperiksa, anak mengalami keterlambatan tumbuh kembang dan sianosis, terutama saat melakukan aktivitas ringan.

“Gejala yang sering muncul pada Tetralogi Fallot antara lain berat badan sulit naik, perkembangan motorik tertunda, serta perubahan warna kebiruan pada bibir dan ujung tangan saat anak beraktivitas,” ujar dr. Budi di Jakarta belum lama ini.

Diagnosis ditegakkan melalui pemeriksaan fisik dan penunjang, seperti elektrokardiografi (EKG), rontgen dada, dan ekokardiografi.

Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya lubang pada sekat bilik jantung (VSD) dan penyempitan aliran darah ke paru-paru, yang merupakan bagian dari keempat kelainan Tetralogi Fallot.

Meski kondisi pasien tidak memburuk secara cepat, keterlambatan tumbuh kembang menjadi alasan kuat untuk segera melakukan tindakan.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini