“Pada usia ini, anak umumnya sudah mulai berjalan. Pada pasien ini, aktivitas ringan saja sudah menyebabkan sianosis,” jelas dr. Budi.
Setelah evaluasi menyeluruh, termasuk pemeriksaan laboratorium dan kateterisasi jantung, tim medis memutuskan melakukan operasi koreksi total dalam satu tahap.
Prosedur meliputi penutupan lubang VSD dan pelebaran jalur aliran darah ke paru-paru dengan mengangkat jaringan otot yang menghambat.
Operasi berlangsung sekitar empat jam. Selama prosedur, jantung pasien dihentikan sementara selama 54 menit, dengan sirkulasi darah dibantu oleh mesin jantung-paru.
Ukuran jantung balita yang kecil menjadi tantangan tersendiri sehingga tindakan harus dilakukan dengan presisi tinggi.
Penanganan Tetralogi Fallot pada anak usia dini memerlukan pemantauan ketat, karena anak belum mampu menyampaikan keluhan.
Empat jam setelah operasi, pasien berhasil dilepas dari alat bantu napas dalam kondisi stabil.
Lama perawatan pascaoperasi biasanya enam hingga tujuh hari, tergantung kondisi klinis pasien.
Deteksi Dini
Dr. Budi menekankan pentingnya deteksi dini kelainan jantung bawaan.
Orang tua perlu mewaspadai tanda-tanda seperti berat badan sulit naik, keterlambatan perkembangan, infeksi saluran napas berulang, serta munculnya warna kebiruan pada bibir dan tangan saat anak beraktivitas.
Pemeriksaan jantung dapat dilakukan sejak masa kehamilan melalui fetal echocardiography atau pemeriksaan penunjang lain pada trimester akhir.
“Semakin cepat diketahui, semakin besar peluang anak untuk tumbuh dan berkembang secara optimal,” ujarnya.
Baca tanpa iklan