News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Ramadan 2026

Puasa 12 Jam, Tapi Tubuh Tetap Kuat: Dokter Ginjal Bongkar Cara Tubuh Bertahan

Penulis: Aisyah Nursyamsi
Editor: Acos Abdul Qodir
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

ILUSTRASI LIVER – Ilustrasi organ hati (liver) sebagai tempat cadangan glukosa tubuh. Dokter mengungkapkan, cadangan ini membuat tubuh tetap kuat beradaptasi meski berpuasa 12 jam.

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Banyak orang masih bertanya-tanya, bagaimana tubuh bisa tetap berfungsi normal saat puasa 12 jam tanpa makan dan minum?

Apakah benar tubuh “kekurangan gula”? Apakah berbahaya jika tidak ada asupan selama belasan jam?

 
Mekanisme Adaptasi Tubuh

Dokter Spesialis Penyakit Dalam Subspesialis Ginjal Hipertensi, dr. Yulia Wardhani, Sp.PD, Subsp. GH. (K), menjelaskan bahwa tubuh manusia memiliki mekanisme adaptasi yang cerdas.

“Puasa itu durasi waktunya sekitar 12 sampai dengan 14 jam ya. Tentunya akan berbeda-beda di masing-masing negara, kalau untuk kita di iklim tropis kemungkinan besar hanya sampai di 12 jam,” ungkap dr Yulia dalam talkshow kesehatan virtual Kementerian Kesehatan, Rabu (25/2/2026).

Menurutnya, selama periode itu tubuh mengalami perubahan hormonal dan metabolisme. Namun kabar baiknya, perubahan tersebut pada orang sehat justru bersifat fisiologis dan menguntungkan.

 
Tubuh Tidak Mendapat Gula, Lalu Apa yang Terjadi?

Saat puasa, tubuh tidak menerima glukosa dari makanan. Artinya, tidak ada gula yang masuk dari luar. Namun tubuh tidak serta-merta “kehabisan energi”.

“Pada saat asupan glukosa ini tidak didapatkan dari luar atau dari makanan, maka dia akan mencari asupan glukosa yang bisa didapat dari tubuh itu sendiri,” imbuhnya.

Sumber pertama yang dipakai adalah cadangan glukosa di hati (liver).

Organ ini memang menyimpan gula sebagai stok darurat, cukup untuk memenuhi kebutuhan selama 12–14 jam puasa.

Artinya, tubuh tidak langsung mengambil energi dari lemak dalam jumlah besar.

 
Proses Alami dan Terkontrol

Karena itu, pada orang sehat, penurunan gula darah selama puasa umumnya ringan dan segera diadaptasi tubuh.

Kondisi gula darah yang sangat rendah biasanya hanya terjadi pada individu dengan gangguan medis tertentu, seperti pasien diabetes yang menggunakan obat tertentu.

Selain makanan, cairan juga dibatasi selama puasa.

Namun, bukan berarti tubuh langsung mengalami masalah. 

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini