Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi
Ringkasan Berita:
- Campak kerap disepelekan dan hanya dianggap ringan karena demam yang disertai ruam pada kulit.
- Penyakit ini bisa memicu komplikasi serius jika tidak ditangani dengan tepat.
- Ada fase tertentu dalam perjalanan penyakit campak yang perlu diwaspadai.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Banyak orang mengira campak hanya penyakit demam yang disertai ruam merah pada kulit.
Padahal, penyakit ini bisa memicu komplikasi serius jika tidak ditangani dengan tepat.
Baca juga: Tren Kasus Campak Naik, Waspada Risiko Komplikasi pada Anak
Dokter spesialis anak konsultan infeksi dan penyakit tropis dr. I Wayan Gustawan, Msc., Sp.A(K)., Subsp. IPT (K) menjelaskan bahwa ada fase tertentu dalam perjalanan penyakit campak yang perlu diwaspadai.
Fase tersebut biasanya terjadi saat ruam mulai muncul di tubuh.
“Yang sering berbahaya itu adalah pada saat fase munculnya ruam. Nah disinilah kita harus hati-hati karena komplikasi sering muncul disini,” kata dr. Wayan pada talkshow kesehatan virtual yang diselenggarakan oleh Kementerian Kesehatan, Minggu (15/3/2026).
Fase Kritis Campak
Perjalanan penyakit campak umumnya dimulai dari demam, kemudian muncul ruam, lalu masuk fase pemulihan.
Namun pada fase munculnya ruam, kondisi anak justru bisa memburuk.
Biasanya pada periode ini anak mengalami demam tinggi yang disertai batuk atau diare.
Fase ini biasanya terjadi sekitar hari kelima hingga hari ketujuh sejak anak mulai sakit.
Karena itu, periode tersebut sering disebut sebagai masa yang harus diwaspadai oleh orang tua.
Risiko Komplikasi Serius
Campak bukan sekadar penyakit kulit dengan ruam merah.
Infeksi virus ini dapat menyerang berbagai organ tubuh dan memicu komplikasi.
Baca tanpa iklan