Ringkasan Berita:
- Mudik Lebaran 2026 diperkirakan menghadapi tantangan tambahan akibat El Nino, cuaca panas, dan mobilitas tinggi.
- Kombinasi faktor tersebut meningkatkan risiko dehidrasi, kelelahan, heat stress, kecelakaan, serta penyakit pernapasan dan pencernaan.
- Cuaca menentu dan kepadatan memperparah situasi, sehingga diperlukan kewaspadaan, hidrasi cukup, masker, serta pengaturan aktivitas.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Perjalanan mudik Lebaran 2026 diperkirakan menghadapi tantangan tambahan akibat fenomena El Nino yang tengah berkembang.
Dokter, peneliti Global Health Security, dan pakar epidemiologi Dr. Dicky Budiman, B.Med., MD., MScPH., Ph.D. mengingatkan bahwa kombinasi cuaca panas, polusi serta mobilitas tinggi dapat meningkatkan berbagai risiko kesehatan selama perjalanan.
Menurutnya, kondisi aruk balik mudik tahun ini menjadi titik kritis karena adanya pertemuan berbagai faktor risiko dalam waktu bersamaan.
“Critical point di masa mudik lebaran apalagi saya kaitkan ini adalah kombinasi faktor antara mobilitas tinggi, cuaca panas, kebadatan transportasi, dan hujan sporadis,"ungkap Dicky pada keterangannya, Kamis (26/3/2026).
Risiko Langsung: Dehidrasi hingga Heat Stress
Perjalanan panjang di tengah suhu tinggi berpotensi menyebabkan dehidrasi, terutama jika pemudik yang kembali kurang minum atau terpapar panas dalam waktu lama.
Selain itu, kelelahan selama perjalanan juga menjadi faktor yang dapat meningkatkan risiko kecelakaan.
Pengemudi menjadi kelompok yang sangat rentan karena harus tetap fokus dalam kondisi panas dan padatnya lalu lintas.
“Ini yang kalau secara langsung risikonya dehidrasi saat perjalanan panjang, kelelahan yang terjadi juga bisa menyebabkan kecelakaan, dan juga heat stress pada pengemudi,"imbuhnya.
Kondisi heat stress dapat menurunkan konsentrasi dan refleks pengemudi, sehingga membahayakan keselamatan di jalan.
Risiko Tidak Langsung: ISPA hingga Gangguan Pencernaan
Selain risiko langsung, terdapat pula dampak tidak langsung yang perlu diwaspadai selama mudik.
Kepadatan transportasi dan meningkatnya polusi udara dapat memicu lonjakan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).
Di sisi lain, konsumsi makanan yang kurang higienis selama perjalanan juga meningkatkan risiko penyakit gastrointestinal.
“Risiko tidak langsungnya adanya lonjakan ISPA karena kepadatan dan polusi, juga penyakit gastrointestinal karena makanan menjadi cenderung banyak tidak higenis,"lanjutnya.
Bagi penderita penyakit kronis seperti hipertensi dan jantung, kondisi ini juga dapat memperparah penyakit yang sudah ada.
Cuaca Tak Menentu Tambah Risiko Kecelakaan
Fenomena El Nino juga menghadirkan cuaca yang tidak stabil, dengan kombinasi panas dan hujan sporadis.
Kondisi ini dapat menyebabkan jalan menjadi licin dan meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas.
Selain itu, genangan air akibat hujan juga berpotensi memicu penyakit berbasis air.
Baca juga: Pilihan Olahraga Ringan dan Nutrisi Tepat saat Hadapi Arus Balik Lebaran
Perubahan suhu yang fluktuatif juga dapat meningkatkan risiko infeksi saluran pernapasan.
Tips Lindungi Diri Saat Mudik
Untuk mengurangi risiko, masyarakat diimbau melakukan langkah-langkah perlindungan sederhana namun penting.
Salah satunya adalah menghindari aktivitas di luar ruangan pada jam panas, yakni sekitar pukul 10.00 hingga 15.00.
Selain itu, penting untuk menjaga asupan cairan dengan minum 2 hingga 3 liter air per hari.
Penggunaan pakaian yang ringan dan menyerap keringat juga dianjurkan untuk membantu tubuh beradaptasi dengan suhu tinggi.
Dalam kondisi polusi udara, penggunaan masker saat berada di luar ruangan menjadi langkah penting untuk melindungi saluran pernapasan.
Terakhir, Dicky menegaskan bahwa menghadapi mudik di tengah fenomena El Nino membutuhkan kesadaran dan kesiapan dari masyarakat.
Tidak hanya soal perjalanan, tetapi juga bagaimana menjaga kondisi tubuh tetap optimal di tengah tekanan cuaca ekstrem.
Dengan memahami risiko dan melakukan langkah pencegahan, masyarakat diharapkan tetap dapat menjalani mudik Lebaran dengan aman dan sehat meski di tengah ancaman perubahan iklim.
Baca tanpa iklan