"Prosedur seperti itu memiliki risiko infeksi dan bahkan keguguran," jelas Dr. Jason Kang, General Manager Asia Ultima Genomics.
Kini, metode tersebut mulai tergantikan oleh Non-Invasive Prenatal Test (NIPT) yang hanya membutuhkan sampel darah ibu hamil.
"Dari darah ibu, kita bisa menangkap DNA bayi yang 'mengambang' di dalamnya. Dari sana, kita bisa melakukan sekuensing untuk memeriksa kelainan kromosom, seperti Trisomi 21 atau Down Syndrome," terang Dr. Jason Kang.
Tak hanya untuk ibu hamil, ini juga membawa terobosan dalam pemantauan kanker.
Setelah menjalani pengobatan seperti operasi atau kemoterapi, pasien tetap perlu memastikan tidak ada sisa sel kanker yang berpotensi menyebabkan kekambuhan.
(Tribunnews.com/ M Alivio Mubarak Junior)
Baca tanpa iklan