News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Anak Susah Fokus dan Mudah Lupa? Kurang Protein Bisa Jadi Penyebab

Penulis: Aisyah Nursyamsi
Editor: Anita K Wardhani
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ilustrasi

 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi

Ringkasan Berita:

  • Anak yang sulit fokus, mudah lupa dan kurang bersemangat bukan sekadar masalah kebiasaan.
  • Bisa jadi ada masalah gizi yang belum disadari, terutama kekurangan protein dan zat besi.

 

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Anak yang sulit fokus, mudah lupa, atau tampak kurang bersemangat saat belajar sering dianggap sebagai masalah perilaku atau kebiasaan.

Namun, di balik itu, bisa jadi ada masalah gizi yang belum disadari, terutama kekurangan protein dan zat besi.

Baca juga: Penampakan Lantai 3 Rumah Inara Rusli yang Diduga Tempat Bermesraan dengan Insan, Ruang Anak Belajar

President of Indonesian Nutrition Association sekaligus dokter klinik gizi senior Dr. dr. Luciana Budiati Sutanto, MS, Sp.GK, Subsp.PK menjelaskan bahwa perkembangan otak anak sangat bergantung pada kecukupan nutrisi.

Otak Tidak Bisa Berkembang Sendiri

Ilustrasi otak (freepik)

Banyak orang tua fokus pada stimulasi belajar, tetapi lupa bahwa otak membutuhkan “bahan bakar” agar bisa berkembang dengan baik.

Jika tubuh kekurangan nutrisi, maka kemampuan otak juga akan terhambat.

“Kalau tubuhnya tidak cukup, otaknya juga tidak berkembang,” ujarnya pada konferensi pers di Jakarta Pusat, Rabu (15/4/2026). 

Hal ini menjelaskan mengapa anak dengan gizi kurang sering mengalami kesulitan belajar, lambat memahami pelajaran, hingga mudah lupa.

Peran Penting Protein dalam Tumbuh Kembang

Sumber Protein (Tangkapan layar repositori.kemdikbud.go.id)

Protein menjadi salah satu nutrisi utama yang sangat dibutuhkan anak, terutama dalam masa pertumbuhan.

Protein terdiri dari asam amino yang berfungsi sebagai bahan dasar pembentukan jaringan tubuh, termasuk otak.

Namun, tidak semua protein sama

Sumber protein hewani seperti telur, ikan, dan daging memiliki kandungan asam amino yang lebih lengkap dibandingkan protein nabati.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini