Temuan ini mengungkapkan bahwa peserta dengan tekanan darah sistolik antara 120 dan 139 mmHg mengalami tingkat kematian dari semua penyebab paling rendah, sekaligus tingkat kematian akibat penyakit kardiovaskular yang paling rendah.
Menurut para peneliti, sebagian besar panduan penanganan hipertensi saat ini belum mencantumkan batas bawah yang aman untuk tekanan darah. Namun studi ini juga menunjukkan adanya kemungkinan batas minimum tekanan darah sistolik yang direkomendasikan bagi penderita hipertensi, mengingat angka kematian meningkat pada peserta dengan bacaan di bawah 120 mmHg.
Jadi, mungkin tidak mengherankan jika rekomendasi dokter Anda selaras dengan data global. Hal ini patut menjadi pengingat betapa pentingnya memahami mengapa di seluruh dunia, tekanan darah adalah tolok ukur utama yang ingin dijaga oleh para profesional medis pada pasien mereka.
Baca tanpa iklan