News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Akupuntur Saat Hamil, Aman atau Berisiko? Ini Jawaban Dokter

Penulis: Aisyah Nursyamsi
Editor: Willem Jonata
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

LUSTRASI IBU HAMIL - Dokter Subspesialis Fetomaternal dr. Reza Tigor Manurung, Sp.OG, Subsp.KFM mengatakan, banyak calon orangtua yang cemas dan penuh pertanyaan tentang kondisi bayi dalam kandungan. Untuk itu, dokter yang praktik di di Women’s Health Center Bethsaida Hospital ini mengatakan, diagnosis prenatal membantu mendeteksi kemungkinan kelainan atau kondisi khusus pada janin sejak dini sehingga calon orangtua bisa lebih siap, baik secara medis maupun emosional—menghadapi kehamilan dan persalinan.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kehamilan tidak selalu berjalan mulus tanpa keluhan. Banyak ibu hamil harus menghadapi mual muntah, nyeri punggung, hingga rasa cemas yang datang hampir setiap hari.

Di tengah kondisi tersebut, tidak sedikit yang mulai mencari cara alami untuk mengurangi keluhan tanpa harus bergantung pada obat-obatan.

Salah satu terapi yang kini semakin dilirik adalah akupunktur.

Namun, pertanyaan yang paling sering muncul, apakah akupuntur benar-benar aman untuk ibu hamil?

Dokter Spesialis Akupuntur Eka Hospital PIK, dr. Laura Widiastuti, Sp.Ak, menegaskan bahwa terapi ini bukan sekadar metode alternatif.

“Akupunktur bukan sekadar terapi alternatif, tetapi sudah berbasis medis dan digunakan sebagai terapi pendamping untuk membantu ibu hamil merasa lebih nyaman,” ujarnya pada media briefing di Blok M Jakarta Selatan, Rabu (6/5/2026). 

Baca juga: Ketahui Manfaat Perawatan Akupuntur Medis, Bisa Bikin Tidur Nyenyak dan Kurangi Jerawat

Banyak orang masih menganggap akupunktur sebagai terapi tradisional biasa. Padahal dalam praktik medis modern, prosedur ini memiliki dasar ilmiah yang jelas.

Akupunktur dilakukan dengan memasukkan jarum halus ke titik tertentu pada tubuh untuk memberikan efek terapeutik.

Terapi ini tidak dilakukan sembarangan, melainkan berdasarkan ilmu anatomi, fisiologi, dan patologi.

“Akupunktur sudah direkomendasikan oleh organisasi kesehatan dunia sebagai terapi yang dapat diintegrasikan dalam sistem pelayanan kesehatan,” jelas dr. Laura.

Bagaimana Cara Kerjanya di Tubuh Ibu Hamil?

Saat jarum akupuntur dimasukkan ke titik tertentu, tubuh akan memberikan respons biologis yang kompleks.

“Stimulasi ini dapat membantu meningkatkan hormon seperti serotonin dan dopamin, memperbaiki sirkulasi darah, serta membantu tubuh mencapai keseimbangan,” kata dr. Laura.

Efek ini membuat tubuh menjadi lebih rileks, yang sangat dibutuhkan oleh ibu hamil, terutama saat menghadapi perubahan fisik dan emosional.

Salah satu alasan utama ibu hamil mencoba akupunktur adalah untuk mengurangi keluhan yang mengganggu aktivitas sehari-hari.

Halaman
123
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini