“Beberapa kondisi yang bisa dibantu dengan akupunktur antara lain mual muntah, nyeri punggung, hingga membantu persiapan persalinan,” ujar dr. Laura.
Tidak hanya itu, terapi ini juga disebut memiliki manfaat tambahan, seperti:
- Mengurangi nyeri saat persalinan
- Membantu posisi janin sungsang
- Mendukung produksi ASI setelah melahirkan
Pendekatan ini menjadi menarik karena membantu tubuh beradaptasi tanpa menambah konsumsi obat.
Efektif Redakan Mual, Tapi Tidak Instan Hilang
Mual muntah adalah keluhan paling umum di awal kehamilan dan sering membuat ibu hamil kesulitan makan.
Menurut dr. Laura, akupunktur bisa menjadi salah satu solusi pendamping.
“Akupunktur dapat membantu mengurangi intensitas dan frekuensi mual, meskipun tidak selalu menghilangkan sepenuhnya,” jelasnya.
Artinya, terapi ini membantu meredakan, bukan menghilangkan secara instan.
Menariknya, manfaat akupunktur tidak berhenti selama masa kehamilan. Terapi ini juga bisa digunakan saat proses persalinan.
“Terapi ini dapat membantu mengurangi persepsi nyeri, memberikan efek relaksasi, dan dalam beberapa kasus dapat membantu mempercepat proses persalinan,” kata dr. Laura.
Efek relaksasi inilah yang membuat ibu lebih siap secara fisik maupun mental saat menghadapi persalinan.
Kekhawatiran soal keamanan masih menjadi alasan banyak ibu ragu mencoba terapi ini. Namun dr. Laura menegaskan bahwa akupunktur tergolong aman, dengan syarat tertentu.
“Akupuntur aman untuk ibu hamil selama dilakukan oleh tenaga medis terlatih dan menggunakan teknik yang sesuai,” jelasnya.
Meski begitu, tidak semua kondisi kehamilan bisa langsung mendapatkan terapi ini.
“Ada beberapa kondisi tertentu yang perlu menjadi perhatian, sehingga konsultasi dengan dokter tetap penting sebelum memulai terapi,” tambahnya.
Bukan Pengganti Obat, Tapi Pendamping
Satu hal yang perlu dipahami, akupunktur bukan pengganti pengobatan medis utama. Terapi ini berfungsi sebagai pelengkap untuk membantu ibu hamil merasa lebih nyaman.
Baca tanpa iklan