TRIBUNNEWS.COM, TANGERANG – Wajah pelayanan kesehatan di Indonesia kini memasuki babak baru yang lebih humanis dan spiritual.
Melalui gelaran 6th International Islamic Healthcare & Expo (IHEX) 2026, Majelis Upaya Kesehatan Islam Seluruh Indonesia (MUKISI) menegaskan bahwa sertifikasi Rumah Sakit (RS) Syariah bukanlah sebuah eksklusivitas, melainkan standar kualitas yang inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat.
Berlangsung di Ballroom Novotel Tangerang pada Rabu (6/5/2026), IHEX 2026 menjadi panggung pembuktian bahwa prinsip syariah dalam medis adalah tentang kenyamanan, kebersihan, dan ketenangan pasien tanpa memandang latar belakang agama.
Wakil Menteri Kesehatan RI, Dante Saksono Harbuwono, yang hadir dalam pembukaan tersebut, menekankan bahwa integrasi nilai agama dalam kesehatan adalah implementasi nyata dari sila pertama Pancasila.
"Pelayanan kesehatan tidak boleh lepas dari nilai religius. Kami menyambut baik sertifikasi RS Syariah yang diinisiasi MUKISI bersama MUI. Ini adalah upaya meningkatkan kualitas layanan melalui prinsip halalan thoyyiban yang universal," ujar Dante.
Dante juga menyoroti penguatan ekosistem halal di sektor farmasi.
Hingga saat ini, sebanyak 24.000 produk farmasi telah mengantongi sertifikat halal, sebuah angka yang dipastikan akan terus meroket demi menjamin keamanan konsumsi medis masyarakat.
Baca juga: Wamenkes Dante Saksono Sebut Teknologi AI Bisa Mempercepat Transformasi Layanan Kesehatan
Tren RS Syariah Terus Tumbuh
Ketua MUKISI, Masyhudi, memaparkan data optimis mengenai pertumbuhan RS Syariah di tanah air.
Saat ini, tercatat ada 40 rumah sakit yang telah tersertifikasi syariah—termasuk empat RS milik pemerintah—serta 77 rumah sakit lainnya yang sedang mengantre dalam proses sertifikasi.
"Dari sekitar 3.200 rumah sakit di Indonesia, ada 500 rumah sakit berbasis Islam. Target kami, jumlah yang tersertifikasi akan terus meningkat seiring dengan kemudahan proses dan tingginya permintaan masyarakat akan layanan yang menenangkan hati," ungkap Masyhudi.
Senada dengan hal tersebut, Ketua DSN-MUI, KH Cholil Nafis, menjelaskan bahwa standar RS Syariah mencakup aspek yang sangat luas: mulai dari manajemen keuangan, penggunaan alat kesehatan halal, hingga pendampingan spiritual bagi pasien.
“RS Syariah itu untuk semua. Nilai-nilai spiritual membantu pasien lebih tenang dan optimis. Dalam dunia medis, kondisi mental yang stabil adalah separuh dari jalan menuju kesembuhan,” tegas Cholil.
Ketua Pelaksana IHEX 2026, dr. Yahmin, menyebutkan bahwa antusiasme tahun ini sangat luar biasa dengan partisipasi sekitar 700 peserta dari berbagai sektor kesehatan.
Tak sekadar pameran, IHEX 2026 menjadi ruang kolaborasi melalui:
- Seminar & Workshop kesehatan terkini.
- Mukisi Award & Mukisi Innovation untuk mengapresiasi terobosan layanan.
- Expo Booth yang menampilkan teknologi kesehatan syariah.
- Muktamar MUKISI sebagai forum strategis organisasi.
Melalui momentum IHEX 2026, MUKISI bersama para stakeholder berharap sertifikasi syariah dapat bertransformasi menjadi standar layanan kesehatan nasional yang unggul secara kualitas, namun tetap menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dan spiritualitas.
Baca tanpa iklan