News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Bukan Soal Disiplin: Lima Penyebab Tersembunyi Insomnia yang Diabaikan Sains Selama Ini

Editor: Tiara Shelavie
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

INSOMNIA - Foto ilustrasi seseorang mengalami kesulitan tidur

TRIBUNNEWS.COM - Jika Anda sudah mencoba mengurangi kafein, menjauhi ponsel sebelum tidur, dan menghitung napas hingga tertidur, namun masih terjaga hingga pukul 2 dini hari, masalahnya mungkin bukan soal kemauan Anda.

Mengutip US Weekly, para peneliti menemukan bahwa beberapa penyebab insomnia yang paling sering diabaikan tersembunyi di tempat yang jarang dijangkau oleh saran-saran tidur pada umumnya: bakteri usus Anda, kesenjangan antara jadwal tidur hari kerja dan akhir pekan, serta seberapa hangat tubuh Anda sebelum tidur.

Inilah yang dikatakan sains dan apa yang sebenarnya layak dicoba malam ini.

Mengapa Bakteri Usus Anda Mungkin Merusak Tidur Anda

Penelitian insomnia paling anyar saat ini bukan tentang cahaya biru atau aplikasi relaksasi — melainkan tentang mikroba.

Sebuah studi Februari 2026 dalam jurnal Nature Communications yang menganalisis 6.941 peserta menemukan bahwa keragaman mikrobioma usus yang rendah secara langsung terkait dengan kualitas tidur yang buruk, kronotipr yang lebih larut malam, dan jet lag sosial yang lebih besar. 

Para peneliti mengidentifikasi 137 spesies bakteri yang terkait dengan tidur, dan lebih dari sepertiga asosiasi tersebut terbukti dalam kelompok penelitian independen.

Apa yang bisa dicoba: Diet kaya serat adalah cara paling langsung untuk meningkatkan keragaman usus. Pikirkan kacang-kacangan, oat, sayuran berdaun hijau, dan makanan fermentasi seperti yogurt, kimchi, atau kefir.

Sumber makanan cenderung lebih efektif daripada suplemen, dan Anda tidak perlu merombak seluruh pola makan. Mulailah dengan satu tambahan berarti per minggu.

Baca juga: Cara Mengatasi Insomnia Secara Mudah dan Alami, Cukup Lakukan 5 Hal Ini

Apa yang Jet Lag Sosial Lakukan pada Anda Setiap Akhir Pekan

Bayangkan jet lag sosial sebagai jet lag yang Anda berikan pada diri sendiri secara berulang. Begadang hingga pukul 1 dini hari Sabtu, tidur hingga pukul 10, lalu berusaha tidur pukul 10.30 malam Minggu untuk alarm pukul 6 pagi? Anda telah "memindahkan diri" beberapa zona waktu tanpa meninggalkan kamar tidur.

Studi Nature Communications yang sama menemukan bahwa pergeseran jadwal mingguan semacam ini mendorong perubahan nyata dalam komposisi mikrobioma usus, yang memperparah gangguan tidur. Sebuah tinjauan September 2025 dalam jurnal Medicina mengonfirmasi hal ini juga mendorong peradangan sistemik.

Apa yang bisa dicoba: Pertahankan waktu bangun dalam jendela konsisten satu jam sepanjang minggu. Waktu bangun yang tetap adalah yang paling penting bagi jam tubuh Anda. Jika Anda terbiasa tidur dua jam lebih lama di akhir pekan, kembalikan secara bertahap dengan 20 hingga 30 menit sekaligus.

Trik Mandi Air Hangat yang Kini Diuji Para Peneliti Tidur

Sebuah uji acak yang dipimpin UCSF (ClinicalTrials.gov, diperbarui Februari 2026) sedang menguji pemanasan tubuh pasif melalui selimut sauna bersamaan dengan CBT-I.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini