WHO bahkan telah menempatkan seorang ahli di kapal tersebut dan memastikan persediaan medis tersedia.
Sementara itu, pemerintah Spanyol telah menyiapkan skenario pemindahan penumpang melalui pelabuhan industri Granadilla yang jauh dari permukiman warga.
Para penumpang nantinya dipindahkan menggunakan kendaraan tertutup melalui jalur yang sepenuhnya terisolasi sebelum dipulangkan langsung ke negara asal masing-masing.
“Anda tidak akan bertemu mereka. Keluarga Anda tidak akan bertemu mereka,” tulis Tedros.
WHO Sebut Solidaritas Jadi Hal Terpenting
Dalam suratnya, Tedros juga menyampaikan terima kasih kepada pemerintah Spanyol dan masyarakat Tenerife karena bersedia menerima kapal tersebut.
Ia menyebut keputusan itu sebagai bentuk solidaritas dan kewajiban moral di tengah situasi kesehatan global.
Menurut WHO, Tenerife dipilih karena memiliki kapasitas medis dan infrastruktur yang memadai untuk menangani situasi tersebut.
“Tenerife dipilih karena memiliki kapasitas medis, infrastruktur, dan kemanusiaan untuk membantu mereka mencapai tempat yang aman,” tulisnya.
Tedros bahkan mengaku akan datang langsung ke Tenerife untuk melihat proses penanganan tersebut.
Ia ingin menyampaikan penghormatan secara langsung kepada tenaga kesehatan, petugas pelabuhan dan masyarakat yang dinilai menghadapi situasi ini dengan tenang.
Di akhir suratnya, Tedros kembali mengingatkan bahwa wabah penyakit tidak mengenal batas negara maupun politik.
“Seperti yang telah saya katakan berkali-kali: virus tidak peduli dengan politik, dan mereka tidak menghormati perbatasan. Kekebalan terbaik yang kita miliki adalah solidaritas,” tutup Tedros.
Baca tanpa iklan