Dr. Li menyarankan mengganti camilan asin dengan segenggam anggur untuk mendapatkan manfaat lebih besar.
3. Meningkatkan Keragaman Mikrobioma Usus
“Tidak berlebihan jika mengatakan anggur bermanfaat bagi kesehatan usus,” kata Dr. Li.
Dalam penelitiannya, orang yang makan anggur setiap hari selama empat minggu mengalami peningkatan variasi bakteri baik di usus. Kondisi ini sering dikaitkan dengan risiko lebih rendah terkena penyakit kronis seperti diabetes tipe 2 dan penyakit jantung.
Konsumsi anggur juga meningkatkan jumlah bakteri Akkermansia, yang dikaitkan dengan kesehatan metabolisme dan sistem imun yang lebih baik.
Hal ini kemungkinan berkat kombinasi serat dan polifenol dalam anggur yang menjadi makanan bagi bakteri baik di usus.
4. Mendukung Kesehatan Otak
“Ada banyak data yang menunjukkan bahwa anggur baik untuk otak,” ujar Dr. Li.
Tinjauan sistematis dari delapan studi oleh University of Aberdeen menemukan bahwa anggur dapat meningkatkan fungsi kognitif, termasuk perhatian, memori spasial, dan fungsi eksekutif.
Manfaat ini diduga berasal dari kandungan flavonoid tinggi, terutama anthocyanin yang banyak ditemukan pada anggur ungu.
Studi hewan juga mengaitkan resveratrol dalam kulit dan biji anggur dengan daya ingat yang lebih baik serta risiko lebih rendah terbentuknya plak otak yang terkait dengan penyakit Alzheimer's disease.
Dr. Li menambahkan bahwa manfaat otak juga mungkin terkait dengan kesehatan usus, karena mikrobioma usus berhubungan langsung dengan fungsi otak.
5. Mendukung Kesehatan Tulang dan Otot
“Anggur, seperti banyak buah lainnya, membantu mengurangi peradangan yang berperan besar dalam penuaan dan penyakit kronis,” kata Dr. Li.
Penelitian laboratorium mengaitkan konsumsi dua porsi anggur per hari dengan peningkatan massa otot.
Baca tanpa iklan