Menurut Pujo, penguatan layanan kesehatan canggih menjadi bagian penting agar peserta dapat memperoleh penanganan medis optimal tanpa terkendala biaya maupun akses layanan.
“Penguatan layanan kesehatan canggih menjadi bagian penting agar peserta dapat memperoleh penanganan medis yang optimal tanpa harus menghadapi kendala akses maupun biaya. Langkah tersebut dilakukan untuk mendukung penanganan peserta lebih cepat, terutama pada kasus kegawatdaruratan,” jelasnya.
Tak hanya fokus pada pengobatan, BPJS Kesehatan juga mulai memperkuat langkah pencegahan agar masyarakat tidak jatuh sakit sejak usia muda.
Salah satunya melalui Program Pengelolaan Penyakit Kronis atau Prolanis Muda.
Program ini ditujukan bagi masyarakat usia produktif agar lebih sadar menjaga kesehatan sejak dini.
Terutama untuk mencegah diabetes dan hipertensi yang menjadi pemicu utama penyakit jantung dan stroke.
“Selain fokus pada upaya kuratif, BPJS Kesehatan juga mendorong masyarakat agar semakin sadar pentingnya menjaga kesehatan sejak dini. Dengan menerapkan pola hidup sehat, menjaga pola makan, dan rutin berolahraga, risiko penyakit kronis dapat dicegah sehingga masyarakat tetap sehat dan produktif,” kata Pujo.
Sementara itu, Wakil Menteri Kesehatan Benyamin Paulus Octavianus mengingatkan bahwa layanan kesehatan canggih harus diberikan sesuai kebutuhan medis pasien.
“Pemberian layanan kesehatan harus dilakukan berdasarkan indikasi medis yang jelas, diagnosis yang tepat, serta dilaksanakan secara efektif dan efisien. Keberhasilan pelayanan kesehatan bukan tentang semakin banyak tindakan medis yang dilakukan, melainkan bagaimana memberikan tindakan yang tepat kepada pasien yang tepat pada waktu yang tepat,” tegas Benyamin.
Ia menegaskan, pelayanan kesehatan yang berkualitas bukan hanya soal teknologi canggih, tetapi juga soal ketepatan tindakan dan keselamatan pasien.
Menurutnya, seluruh pihak harus menjaga agar layanan kesehatan dalam Program JKN tetap berkualitas dan berkelanjutan untuk seluruh masyarakat Indonesia.
Baca tanpa iklan