News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

BPJS Kesehatan Usul Aturan Mahasiswa Baru Wajib Punya BPJS Kesehatan Aktif Saat Daftar Ulang

Penulis: Aisyah Nursyamsi
Editor: Willem Jonata
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

MAHASISWA BARU - Ribuan mahasiswa mengucapkan janji sebagai mahasiswa baru Institut Teknologi Bandung (ITB) pada Sidang Terbuka Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Semester I Tahun Akademik (TA) 2025/2026 di Sasana Budaya Ganesa (Sabuga) ITB, Kota Bandung, Jawa Barat, Kamis (14/8/2025). Dalam sidang terbuka tersebut, ITB menyambut 7.671 mahasiswa baru untuk Semester I TA 2025/2026 dari berbagai program sarjana, magister, doktor hingga program profesi. Mahasiswa sarjana ITB tahun ini berasal dari 32 provinsi, dengan jarak terjauh ditempuh oleh mahasiswa asal Merauke, Papua. ITB juga menerima 33 mahasiswa dari daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar), 10 mahasiswa peserta program afirmasi pendidikan, serta 451 mahasiswa penerima KIP-Kuliah. (TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN)

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - BPJS Kesehatan tengah menyiapkan rencana mahasiswa baru memiliki kepesertaan BPJS Kesehatan aktif saat mendaftar kuliah.

Rencana tersebut disampaikan Direktur Utama BPJS Kesehatan Mayjen TNI (Purn) Prihati Pujowaskito dalam sambutannya dalam rangkaian kegiatan Kick Off HUT ke-58 BPJS Kesehatan dan Launching Quick Win Direksi di Universitas Padjajaran, Jawa Barat, Rabu (20/5/2026). 

Lebih lanjut ia menyebutkan jika pihaknya sudah mengirim surat kepada Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti Saintek).

Tujuannya untuk membuka kerja sama agar kampus dapat memastikan mahasiswa memiliki perlindungan kesehatan sejak awal masa pendidikan.

Baca juga: Klaim JHT dan JKP Melonjak, Legislator PDIP Warning Ketahanan Dana BPJS Ketenagakerjaan

“Jadi kita sedang merencanakan dan bersurat ke Kemendikti untuk bisa diterima, untuk bisa mengajukan kerja sama bahwa nanti setiap mahasiswa yang mendaftar, BPJS-nya harus aktif, untuk menambah kepersertaan ,” ujarnya. 

Menurutnya, langkah ini penting karena banyak mahasiswa harus tinggal jauh dari keluarga selama kuliah.

Kondisi tersebut membuat perlindungan kesehatan menjadi kebutuhan dasar, terutama saat mahasiswa sakit mendadak atau mengalami kecelakaan.

“Saya rasa nanti lebih menguntungkan apabila mahasiswanya punya jaminan kesehatan selama kuliah. Terutama mereka yang pindah-pindah tempat atau dari luar kota,” lanjutnya.

Bukan Sekadar Administrasi Kampus

Rencana ini dinilai bukan hanya urusan administrasi pendidikan. Di lapangan, banyak perguruan tinggi menghadapi persoalan ketika mahasiswa membutuhkan layanan kesehatan tetapi tidak memiliki BPJS aktif.

Kondisi itu ternyata sudah lama dirasakan Universitas Padjadjaran.

Rektor Universitas Padjadjaran (Unpad) Prof. dr. Arief Sjamsulaksan Kartasasmita, Sp.M(K), M.Kes., Ph.D.. mengatakan kampusnya sudah menerapkan kebijakan serupa sejak dua tahun lalu.

“Sebetulnya sudah melaksanakan itu. Ya, jadi seluruh mahasiswa baru ini akan tetapi wajibkan untuk kalau tidak aktif BPJS-nya tidak bisa dapat uang sebagai mahasiswa,” ujarnya.

Menurut Arief, kebijakan itu lahir dari pengalaman kampus menghadapi mahasiswa yang sakit atau mengalami kecelakaan tanpa perlindungan jaminan kesehatan.

“Kami sering mendapatkan mahasiswa tiba-tiba sakit, tiba-tiba kecelakaan, nggak punya BPJS. Itu jadi sulit siapa yang menerimanya,” katanya.

Mahasiswa Perantau Jadi Sorotan

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini