News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Sama-sama Bikin Sakit Perut dan Bisa Kambuh, Ini Perbedaan GERD dan Radang Usus Kronis

Penulis: Aisyah Nursyamsi
Editor: Willem Jonata
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Organ Penyusun Sistem Pencernaan Manusia

Namun dalam praktik sehari-hari, masyarakat sering bingung membedakannya. Apalagi keduanya sama-sama bisa kambuh dan dipengaruhi makanan maupun stres.

Nyeri Dada Tidak Selalu GERD

Prof Murdani mengingatkan, masyarakat juga perlu berhati-hati menganggap semua nyeri dada sebagai GERD.

Sebab ada kondisi lain yang gejalanya menyerupai sakit lambung, termasuk penyakit jantung.

“Orang banyak kesalahan kaprah. Seolah-olah nyeri dada atau sakit perut karena GERD bisa mematikan,” katanya.

Menurutnya, yang sebenarnya bisa terjadi adalah keluhan akibat penyakit jantung justru disangka GERD.

“Boleh jadi adalah ada keluhan nyeri perut yang muncul karena penyakit jantung tapi ditafsirkan sebagai GERD,” ujarnya.

Karena itu ia mengingatkan pentingnya pemeriksaan medis untuk memastikan sumber keluhan.

GERD Ada yang Luka, Ada yang Tidak

Prof Murdani menjelaskan, GERD sendiri terbagi menjadi dua jenis.

Pertama, GERD erosif atau erosive esophagitis, yakni kondisi ketika ada luka atau peradangan nyata di kerongkongan.

Kedua, non erosive reflux disease (NERD), yakni kondisi ketika pasien mengalami gejala GERD tetapi tidak ditemukan luka secara fisik.

“Yang non erosif reflux disease ini sebenarnya gangguan fungsional,” jelasnya.

Pada tipe ini, keluhan sering dipicu sensitivitas tubuh yang tinggi terhadap stres maupun makanan tertentu.

“Stres kerjaan banyak dan belum tercapai, GERD-nya muncul,” katanya.

Meski sering kambuh, GERD jenis ini umumnya tidak berbahaya.

“Umumnya GERD jenis ini enggak membahayakan, enggak bikin komplikasi apa-apa ke depannya,” ujar Prof Murdani.

Halaman
1234
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini