News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

4 Makanan yang Bisa Membuat Gas Pencernaan Berbau Lebih Menyengat

Editor: Tiara Shelavie
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

MAKANAN DAN MINUMAN - Foto ilustrasi seseorang menutup hidung karena bau. Penelitian terbaru tentang kentut menunjukkan bahwa rata-rata orang kentut sekitar 8 hingga 14 kali per hari, bahkan beberapa penelitian menemukan jumlahnya bisa mencapai 32 kali sehari.

Penyebabnya adalah senyawa yang disebut oligosakarida, yaitu karbohidrat rantai pendek yang tidak sepenuhnya dicerna di usus halus.

"Karbohidrat ini kemudian masuk ke usus besar, tempat bakteri usus memfermentasinya dan menghasilkan gas," jelas Beale.

Untuk mengurangi efek tersebut, kacang-kacangan dapat direndam terlebih dahulu sebelum dimasak. Mengonsumsi dalam porsi kecil dan meningkatkannya secara bertahap juga dapat membantu tubuh beradaptasi.

3. Daging Merah

Tidak hanya makanan nabati yang dapat membuat kentut lebih bau. Daging merah dan telur juga dapat memberikan efek serupa.

"Makanan hewani tinggi protein seperti daging merah dan telur kaya akan asam amino yang mengandung sulfur. Bakteri di usus besar mengubahnya menjadi gas hidrogen sulfida," kata Stuart.

Dalam jumlah besar, gas tersebut dapat menyebabkan kentut berbau sangat menyengat.

Untuk mengurangi dampaknya, Stuart menyarankan mengombinasikan makanan tinggi protein dengan makanan kaya serat seperti raspberry, alpukat, biji-bijian utuh, kacang-kacangan, dan biji-bijian.

4. Produk Susu

Tidak semua orang mengalami kentut berbau setelah mengonsumsi produk susu. Namun bagi penderita intoleransi laktosa, susu dan produk olahannya bisa menjadi penyebab utama.

"Intoleransi laktosa berarti tubuh tidak mampu memecah laktosa secara sempurna. Pencernaan yang tidak tuntas inilah yang menyebabkan ketidaknyamanan dan kemungkinan munculnya kentut berbau," ujar ahli gizi Amanda Sauceda.

Meski demikian, tidak semua produk susu akan menimbulkan masalah. Produk dengan kadar laktosa rendah seperti keju cheddar dan kefir biasanya lebih mudah ditoleransi.

Selain itu, tersedia juga berbagai produk bebas laktosa yang dapat menjadi alternatif.

Tips Mengurangi Kentut Berbau

Para ahli gizi membagikan beberapa cara untuk mengurangi frekuensi dan bau kentut:

  • Tingkatkan asupan serat secara bertahap, agar usus memiliki waktu untuk beradaptasi.
  • Minum cukup air, sehingga serat dapat bergerak lancar melalui saluran pencernaan.
  • Konsumsi makanan probiotik seperti yogurt, kefir, atau kimchi untuk membantu menyeimbangkan bakteri usus.
  • Makan perlahan dan kunyah makanan dengan baik, sehingga tubuh lebih mudah mencerna makanan dan tidak terlalu banyak menelan udara.
  • Konsultasikan dengan dokter jika kentut berbau disertai gejala lain seperti kembung, nyeri perut, atau perubahan pola buang air besar.

(*)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini