News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Kesehatan

Pagi atau Malam, Kapan Sebaiknya Mengonsumsi Vitamin D?

Editor: Tiara Shelavie
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

KESEHATAN - Foto ilustrasi multivitamin. Para ahli menyebut tidak ada waktu khusus yang paling ideal untuk mengonsumsi vitamin D.

Ringkasan Berita:

  • Para ahli menyebut tidak ada waktu khusus yang paling ideal untuk mengonsumsi vitamin D. 
  • Yang terpenting adalah mengonsumsinya secara konsisten setiap hari
  • Bila memungkinkan, konumsi bersama makanan yang mengandung lemak sehat.

 

TRIBUNNEWS.COM - Di rak suplemen, multivitamin, omega-3, dan probiotik mungkin menjadi produk yang paling sering ditemui.

Namun, jika multivitamin harian Anda tidak mengandung vitamin D, dokter mungkin akan menyarankan untuk menambahkannya ke dalam rutinitas harian.

Dikenal sebagai "vitamin sinar matahari", karena tubuh dapat memproduksinya ketika kulit terpapar sinar matahari langsung, vitamin D berperan penting dalam berbagai fungsi tubuh, mulai dari kesehatan tulang hingga sistem kekebalan tubuh. '

Mengutip eatingwell.com, meski demikian, banyak orang masih tidak mendapatkan asupan vitamin D yang cukup.

Apa Itu Vitamin D?

Vitamin D merupakan salah satu dari empat vitamin yang larut dalam lemak, bersama vitamin A, E, dan K. Nutrisi ini secara alami terdapat dalam beberapa jenis makanan, ditambahkan ke makanan tertentu melalui proses fortifikasi, serta tersedia dalam bentuk suplemen. Selain itu, tubuh juga dapat memproduksi vitamin D ketika kulit terkena sinar matahari.

Vitamin D memiliki banyak fungsi penting, di antaranya:

  • Mendukung sistem kekebalan tubuh.
  • Menjaga fungsi sistem saraf.
  • Membantu fungsi otot.
  • Meningkatkan kemampuan tubuh menyerap kalsium.

Meskipun memiliki peran penting, penelitian menunjukkan banyak orang dewasa mengalami kekurangan vitamin D. Salah satu penyebabnya adalah terbatasnya sumber makanan yang kaya vitamin D. Selain itu, banyak orang kurang terpapar sinar matahari karena jadwal kerja, perubahan musim, atau faktor lingkungan.

Rata-rata orang dewasa membutuhkan sekitar 20 mikrogram (mcg) atau 800 IU vitamin D per hari.

Sebagai gambaran:

  • 1 butir telur mengandung sekitar 1 mcg vitamin D.
  • 1 kaleng tuna ukuran 85 gram mengandung sekitar 1 mcg.
  • Salmon sockeye seberat 85 gram mengandung sekitar 12 mcg.
  • Minyak hati ikan cod dapat menyediakan sekitar 34 mcg vitamin D.

Karena itu, kecuali Anda rutin mengonsumsi salmon atau minyak hati ikan cod, memenuhi kebutuhan vitamin D hanya dari makanan bisa menjadi tantangan.

Susu fortifikasi juga menjadi sumber vitamin D yang umum, tetapi kandungannya hanya sekitar 2 mcg per gelas (240 ml). Artinya, seseorang harus minum sekitar satu liter susu setiap hari untuk memenuhi kebutuhan harian. Selain itu, susu nabati seperti susu almond dan oat tidak selalu diperkaya vitamin D.

Inilah alasan mengapa banyak orang memilih mengonsumsi suplemen vitamin D.

Baca juga: Sering Lelah Tanpa Sebab Jelas? Kekurangan Vitamin B12 dan Folat Mungkin Jadi Penyebabnya

Kapan Waktu Terbaik Mengonsumsi Vitamin D?

Jawabannya cukup sederhana: tidak ada waktu tertentu yang terbukti paling baik untuk mengonsumsi vitamin D.

Menurut para ahli, mengonsumsi vitamin D pada pagi, siang, atau malam hari tidak memberikan perbedaan signifikan terhadap penyerapannya.

Yang paling penting adalah mengonsumsinya secara konsisten setiap hari.

Sebagian orang lebih mudah mengingat suplemen di pagi hari sebelum aktivitas dimulai, sementara yang lain memilih mengonsumsinya saat makan malam atau menjelang tidur. Waktu terbaik adalah waktu yang paling memungkinkan Anda untuk tidak lupa mengonsumsinya.

Faktor yang Perlu Dipertimbangkan Saat Mengonsumsi Vitamin D

1. Kondisi Kesehatan Dapat Memengaruhi Kebutuhan Vitamin D

Beberapa kondisi kesehatan dapat memengaruhi kadar vitamin D dalam tubuh, seperti:

  • Osteoporosis dan osteopenia.
  • Penyakit ginjal.
  • Penyakit hati.
  • Gangguan saluran pencernaan tertentu.

Beberapa penelitian juga mengaitkan kadar vitamin D yang rendah dengan depresi dan sejumlah penyakit neurologis.

Orang yang mengalami gangguan penyerapan nutrisi, seperti penyakit radang usus atau pasien pascaoperasi bypass lambung, disarankan berkonsultasi dengan dokter untuk menentukan dosis dan waktu konsumsi yang tepat.

2. Rutinitas Harian Berpengaruh pada Waktu Konsumsi

Karena manfaat vitamin D hanya dapat diperoleh jika dikonsumsi secara rutin, para ahli menyarankan metode habit stacking, yaitu mengaitkan konsumsi suplemen dengan kebiasaan yang sudah dilakukan setiap hari.

Misalnya, jika Anda selalu menyikat gigi setelah sarapan, letakkan suplemen vitamin D di dekat sikat gigi sebagai pengingat.

3. Sebaiknya Dikonsumsi Bersama Makanan

Karena vitamin D merupakan vitamin yang larut dalam lemak, penyerapannya akan lebih optimal jika dikonsumsi bersama makanan yang mengandung lemak sehat.

Contohnya:

  • Roti dengan selai almond saat sarapan.
  • Salad dengan kenari dan saus vinaigrette saat makan malam.
  • Susu penuh lemak atau yogurt.

Mengonsumsi vitamin D bersama produk susu juga bermanfaat karena vitamin ini membantu penyerapan kalsium.

Meski demikian, bagi sebagian orang mengonsumsi suplemen saat makan tidak selalu praktis, terutama jika sebagian besar waktu makan dilakukan di luar rumah.

Dalam kondisi tersebut, konsultasikan dengan tenaga kesehatan mengenai jadwal yang paling sesuai.

4. Jenis Vitamin D Juga Penting

Terdapat dua bentuk utama vitamin D:

  • Vitamin D2

Ditemukan pada jamur yang terpapar sinar UV, beberapa tanaman, dan makanan fortifikasi.

  • Vitamin D3

Berasal dari paparan sinar matahari dan makanan hewani.

Penelitian menunjukkan bahwa vitamin D3 lebih mudah diserap dan dimanfaatkan tubuh dibandingkan vitamin D2. Oleh karena itu, dosis vitamin D2 yang lebih tinggi sering kali diperlukan untuk menghasilkan efek yang sama.

Sebelum memulai konsumsi suplemen, konsultasikan dengan tenaga kesehatan mengenai jenis dan dosis yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

Kesimpulan Ahli

Menurut para ahli, waktu terbaik untuk mengonsumsi vitamin D adalah waktu yang paling mudah diingat setiap hari. Namun, untuk mendapatkan penyerapan yang optimal, vitamin D sebaiknya dikonsumsi bersama makanan yang mengandung lemak sehat.

Selain itu, memilih vitamin D3 dibandingkan vitamin D2 dapat membantu tubuh memanfaatkan vitamin tersebut secara lebih efisien. Jika Anda mengonsumsi vitamin D pada pagi hari atau menjelang tidur, pertimbangkan untuk menambah camilan seperti kacang-kacangan atau selai kacang agar penyerapannya lebih baik.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini