Gejala-gejala tersebut dapat mengindikasikan adanya gangguan pada pembuluh darah vena.
"Biasanya masalah vena tidak berbahaya, tetapi kami akan memberikan perawatan jika gejalanya cukup mengganggu pasien," kata Teter.
Jika Hanya Terjadi di Satu Kaki, Segera Periksakan Diri
Menurut Vasagar, bekas kaus kaki yang hanya muncul pada satu kaki atau jauh lebih parah di satu sisi tubuh perlu mendapat perhatian medis.
"Tubuh kita menyukai keseimbangan dan simetri. Jika satu sisi berbeda dari sisi lainnya, biasanya ada sesuatu yang tidak normal," jelasnya.
Dalam kasus yang lebih serius, bekas kaus kaki yang semakin dalam dan memburuk dari waktu ke waktu dapat menjadi tanda penyakit ginjal atau gagal jantung.
"Pada kondisi seperti itu, Anda akan melihat gejalanya terus memburuk," kata Vasagar.
Bekas lekukan dari kaus kaki mungkin terlihat semakin dalam atau bertahan lebih lama selama berminggu-minggu hingga berbulan-bulan.
Pada gagal jantung, gejala lain yang sering muncul meliputi:
- Sesak napas.
- Kesulitan tidur dalam posisi telentang.
- Mudah lelah.
- Pembengkakan yang semakin parah.
"Setiap perubahan yang terus berkembang merupakan sinyal untuk berkonsultasi dengan tenaga medis," tambahnya.
Bekas Kaus Kaki Bukan Berarti Ada Gumpalan Darah
Banyak orang mengira bekas kaus kaki merupakan tanda gangguan sirkulasi atau pembekuan darah. Namun menurut Teter, hal tersebut biasanya tidak benar.
"Secara umum, gumpalan darah tidak muncul tanpa gejala lain," katanya.
Jika seseorang mengalami pembekuan darah, biasanya akan muncul:
- Pembengkakan yang signifikan pada kaki atau betis.
- Nyeri.
- Kemerahan pada area yang terkena.
- Gejala-gejala tersebut memerlukan pemeriksaan medis lebih lanjut, termasuk kemungkinan pemeriksaan USG.
Kaus Kaki Kompresi Bisa Menjadi Solusi
Baik menggunakan kaus kaki biasa maupun kaus kaki kompresi, bekas garis tetap bisa muncul. Namun yang terpenting adalah memilih kaus kaki yang nyaman dan pas di kaki.
Kaus kaki kompresi dapat menjadi pilihan yang baik bagi orang yang sering berdiri atau duduk dalam waktu lama karena membantu mencegah penumpukan cairan di kaki.
Teter mengaku menggunakan kaus kaki kompresi hampir setiap hari karena pekerjaannya mengharuskannya berdiri lama di ruang operasi.
Baca tanpa iklan