News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Buka Forum Dialog Perdamaian Global, HNW Ajak Dunia Bangun Perdamaian Berkeadilan

Editor: Content Writer
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

PERDAMAIAN DUNIA - Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid menegaskan perdamaian dunia harus dibangun di atas keadilan dan kemerdekaan. Pernyataan itu disampaikan saat membuka Forum Dialog Global dalam rangka Hari Peringatan Dialog Internasional untuk Peradaban di Gedung Nusantara V, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (10/6/2026).

TRIBUNNEWS.COM – Wakil Ketua MPR RI, Hidayat Nur Wahid, menegaskan bahwa perdamaian dunia tidak akan pernah terwujud tanpa adanya keadilan dan kemerdekaan bagi seluruh bangsa.

Hal tersebut disampaikannya saat membuka Forum Dialog Global dalam rangka Hari Peringatan Dialog Internasional untuk Peradaban di Gedung Nusantara V, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (10/6/2026).

Forum bertajuk "Memperkuat Iman dan Membangun Perdamaian: Menyelaraskan Peradaban Global dari Indonesia untuk Dunia" itu mempertemukan berbagai tokoh nasional dan internasional untuk membahas upaya membangun perdamaian dunia yang berkelanjutan.

Hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Wakil Menteri Luar Negeri RI Muhammad Anis Matta, anggota DPR RI Mardani Ali Sera, Kepala Perwakilan Perserikatan Bangsa-Bangsa di Indonesia Gita Sabharwal, Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri Sudarnoto Abdul Hakim, Ketua Kaukus Parlemen untuk Perdamaian Dunia DPR/DPD RI Ahmad Doli Kurnia Tanjung, serta tokoh bangsa Din Syamsuddin.

Dalam sambutannya, Hidayat menyampaikan bahwa semangat memperjuangkan perdamaian dunia telah menjadi bagian dari amanat konstitusi Indonesia sebagaimana tertuang dalam Pembukaan UUD 1945.

"Tidak mungkin akan ada ketertiban dunia dan perdamaian yang sejati apabila yang terjadi justru represi dan penjajahan. Hanya akan ada perdamaian yang benar apabila di sana ada keadilan dan tidak ada lagi penjajahan," ujar Hidayat.

Menurutnya, forum tersebut menjadi penting karena mempertemukan unsur legislatif, eksekutif, organisasi keagamaan, lembaga internasional, hingga perwakilan negara sahabat untuk memperkuat komitmen bersama dalam memperjuangkan nilai-nilai kemanusiaan.

Ia menegaskan bahwa konstitusi Indonesia memberikan landasan yang kuat bagi bangsa Indonesia untuk terus mendukung perjuangan bangsa-bangsa yang masih menghadapi penjajahan.

"Keinginan untuk menghadirkan perdamaian dunia sesungguhnya merupakan pengejawantahan langsung dari konstitusi Indonesia. Amanat itu tertuang dalam Pembukaan UUD NRI Tahun 1945 dan menjadi tanggung jawab kita bersama untuk mewujudkannya," katanya.

Baca juga: HNW Desak RI Gugat Israel ke Mahkamah Internasional Atas Penyiksaan Aktivis Sumud Flotilla

Soroti Situasi Palestina

Dalam kesempatan tersebut, Hidayat juga menyoroti konflik yang masih berlangsung di Palestina. Menurutnya, persoalan Palestina menjadi salah satu tantangan terbesar dalam upaya mewujudkan perdamaian dunia yang berkeadilan.

Ia menilai berbagai konflik yang terjadi di Gaza, Tepi Barat, dan Yerusalem membutuhkan perhatian serius dari komunitas internasional.

"Jika forum ini lahir dari keprihatinan atas berlanjutnya penjajahan dan serangan terhadap Palestina, Gaza, Tepi Barat, Yerusalem, hingga meluas ke kawasan lain, maka ini adalah langkah yang sangat relevan untuk membangun solidaritas dan aksi nyata bagi perdamaian," ujarnya.

Hidayat menegaskan bahwa peran PBB tetap penting dalam mendorong penyelesaian konflik dan pengakuan terhadap kemerdekaan Palestina.

Menurutnya, semakin banyak negara yang mengakui Palestina sebagai negara merdeka menunjukkan dukungan internasional terhadap perjuangan rakyat Palestina terus berkembang.

Ia menyebut lebih dari 153 negara telah memberikan pengakuan terhadap Palestina sebagai negara merdeka.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini