Selain itu, Hidayat mengingatkan pentingnya sinergi antara parlemen, pemerintah, organisasi keagamaan, masyarakat sipil, dan komunitas internasional dalam memperjuangkan perdamaian global.
"PBB tidak bisa bekerja sendirian. Diperlukan kebersamaan seluruh pihak, termasuk parlemen, pemerintah, tokoh agama, organisasi kemasyarakatan, dan negara-negara sahabat untuk menghadirkan perdamaian yang berkeadilan," katanya.
Baca juga: HNW: Kejahatan Israel terhadap Masjid Al Aqsha, Mestinya Satukan Umat Islam untuk Menyelamatkannya
Anis Matta: Dunia Sedang Mengalami Transisi Peradaban
Sementara itu, Wakil Menteri Luar Negeri Muhammad Anis Matta menilai dunia saat ini tengah memasuki masa transisi peradaban yang ditandai meningkatnya konflik geopolitik, krisis kepemimpinan global, serta melemahnya efektivitas sejumlah institusi internasional.
Menurut Anis, kondisi tersebut membutuhkan lahirnya gagasan peradaban baru yang mampu menyatukan umat manusia di tengah berbagai perbedaan.
"Pada dasarnya kita saling berwarisi dari satu peradaban kepada peradaban yang lain. Tidak ada satu peradaban yang dapat mengklaim dirinya sebagai pemberi kontribusi terbesar dalam sejarah manusia," ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa sejarah menunjukkan setiap peradaban memiliki siklus naik dan turun yang tidak dapat dihindari. Dalam proses peralihan tersebut, konflik kerap muncul sebagai bagian dari dinamika menuju keseimbangan baru.
Anis menilai berbagai konflik yang terjadi saat ini, baik di Eropa Timur maupun Timur Tengah, berakar pada krisis sistemik yang meliputi krisis kepemimpinan global, krisis institusi internasional, serta persaingan antar-kekuatan besar dunia.
"Yang sudah pasti adalah tatanan lama ini sedang berakhir, sementara tatanan baru sedang muncul. Dalam proses peralihan itu akan banyak kontraksi dan konflik yang kita saksikan hari ini," jelasnya.
Sebagai solusi, Anis menawarkan perlunya membangun sebuah proposal peradaban global yang bertumpu pada lima elemen utama, yakni agama, demokrasi, kemakmuran, sains, dan seni.
Menurutnya, kombinasi kelima unsur tersebut dapat menjadi fondasi bagi terciptanya dunia yang lebih damai, adil, dan sejahtera.
"Agama adalah sumber inspirasi dan nilai. Sains dan teknologi adalah cara kita mengelola kehidupan. Demokrasi adalah cara kita mengelola hubungan sosial-politik. Kemakmuran adalah tujuan yang ingin dicapai. Dan seni membuat kehidupan menjadi lebih indah," katanya.
Ia mengajak seluruh bangsa untuk bersama-sama mencari jalan penyelesaian damai atas berbagai konflik global yang terjadi saat ini.
"Ini waktunya kita membuat proposal penyelesaian yang mampu menutup berbagai konflik yang terjadi demi kepentingan kita bersama sebagai sesama manusia," ujarnya.
Baca tanpa iklan