News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Ini Kata Psikolog soal Berbagi Peran Antara Ibu dan Pengasuh

Editor: Robertus Rimawan
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ilustrasi.

Meski demikian, tak jarang ibu bekerja merasa bersalah karena menitipkan anak pada pengasuh.

“Setiap keputusan memiliki konsekuensi, namun tidak semua konsekuensi dapat dijalani dengan hati yang ringan. Oleh karena itu, bila tidak dapat memenuhi semua hal ideal dalam mengasuh anak, ibu perlu menerima keterbatasan diri sendiri,” saran Aurora.

Alihkan pikiran negatif dengan mengingat hal-hal positif yang Anda berikan untuk anak.

“Sebuah penelitian menunjukkan, ibu bekerja yang merasa puas dengan pekerjaannya akan tampil sebagai ibu yang bahagia dan lebih responsif dalam mengasuh anak.

Sebaliknya, ibu yang mengalami ketidakpuasan dalam bekerja cenderung kurang mendukung dan terlalu mengontrol anak sehingga anak terdorong menunjukkan perlawanan atau sikap negatif.”

Muncul Persaingan

Munculnya persaingan antara ibu dan pengasuh anak bisa disebabkan ibu kurang terlibat dalam pengasuhan anak.

“Beban pekerjaan sedang banyak sehingga ibu lelah dan kurang sabar dalam menghadapi anak. Anak pun lebih senang bersama pengasuh karena ‘jarang dimarahi’ pengasuh.

Nah, hal ini bisa memicu persaingan antara ibu dan pengasuh.”

Kurang komunikasi atau umpan balik yang konsisten dengan pengasuh juga bisa memicu rasa bersaing.

“Pengasuh merasa apa yang dilakukannya sudah tepat karena ia mampu membuat anak nyaman.

Padahal sebenarnya pembantu bersikap permisif.

Hal ini bisa memicu konflik yang lebih tajam jika pengasuh tidak mau menerima masukan.”

Maka, segera perbaiki kekurangan dalam hubungan dengan anak.

“Bila ibu tidak memperbaiki dan membiarkan pengasuh menangani anak sepanjang hari, anak pun semakin terlihat lebih dekat dengan pengasuh,” tegas Aurora.

Halaman
1234
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini